Pencurian Bank dengan Strategi – resensi film

30 Oktober 2006

Pencurian Bank dengan Strategi

Kelewat sering penonton film disuguhi dengan aksi perampokan bank yang brutal. Sekelompok penjahat memegang senapan besar yang tak ragu menembak sandera namun selalu kalah dengan tim S.W.A.T, polisi jagoan atau pahlawan pembela kebenaran. Klise.

Tidak sama dengan Inside Man yang diwarnai dengan akting Denzel Washington dan Jodie Foster. Berbeda pula dengan Firewall yang dilakoni oleh Harrison Ford.

Film pertama menunjukkan bahwa ide kelewat gila bisa membuat polisi kewalahan menghadapi empat anggota perampok dengan senjata mainan. Saking tenangnya perampok itu menghadapi situasi penyanderaan yang kritis, mereka tak sedikit pun membunuh sandera. Bahkan di akhir cerita mereka bisa melenggang keluar dari pintu bank tanpa di-dor oleh polisi. Tak tertangkap hingga kasus ditutup.

Penonton pasti penasaran bagaimana cara mereka untuk mengelabui polisi. Anda sudah menonton? Kalau belum, saya janji Anda akan “ingin tahu” cara mereka. Sebagai tambahan pemanis cerita, ada intrik lain yang terjadi di sela perampokan yang menyingkap rahasia puluhan tahun.

Film kedua mempertontonkan sekelompok “perampok cerdas” dengan keahlian membobol sistem perbankan lewat kecanggihan komputasi. Uang tidak diambil secara konvensional dengan tangan berpeluh keringat tapi dipindahtangankan sekejap mata dari ribuan akun bank. Wah, pasti menghebohkan.

Sayangnya, kematangan rencana harus berhadapan dengan “sang penjaga bank” yang hendak menyelamatkan keluarganya dari tangan penjahat berotak tersebut. Salah satu berhasil mencapai tujuannya, siapakah yang menang?

Terdapat benang merah yang sama dari dua film di atas yaitu bahwa aksi curi, terlepas dari aspek moral, bisa dilakukan dengan 1001 cara. Rupanya mereka menerapkan slogan yang saya juga suka “Think Different“. Namun begitu, pencuri ya tetap pencuri.

ps: Ketika menuliskan resensi ini saya justru ingin menonton film aksi curi lainnya yang berjudul Italian Job - yang mirip dengan Ocean Eleven.

Artikel ini disunting di dan di-publish dari Google Docs & Spreadsheets.

2 Tanggapan ke “Pencurian Bank dengan Strategi – resensi film”

  1. munggur Berkata

    Itulah hasil menyunting dan mem-publish melalu GoogleDocs untuk pertama kalinya. Saya belum terbiasa untuk penamaan file di online office tersebut. hmmm…

    Koreksi, judulnya “Pencurian Bank dengan Strategi” dan masuk kategori resensi.

    Namanya juga coba-coba. Asyik, juga!


  2. [...] *) Posting ini terinspirasi dari munggur [...]


Tinggalkan Balasan