Ibu Pertiwi dengan jumlah penduduk yang masuk lima besar di dunia ini makin tak kuasa memenuhi kebutuhan masif para putra bangsa akan energi. Entah di kota atau di desa, listrik menjadi kebutuhan pokok yang teramat vital.
Listrik pun dibangkitkan oleh pabrik listrik dari beragam sumber daya alam. Baik dari batubara, minyak, panas bumi atau pun tenaga air. Ternyata masih kurang, tandanya byar-pet di hampir seluruh Nusantara. Kecuali di daerah pelosok, tak ada byar-pet karena memang listrik belumlah hadir.
Rakyat pun dihimbau untuk maklum dan mendukung pembangkit listrik tenaga nuklir. Pertanyaan serupa dan senada membanjir, “Apa tidak ada sumber daya lain yang lebih baik?”. Dan tentu ramah lingkungan.
Bukankah ramai dibicarakan, baik sebagai wacana atau realita, tenaga listrik yang berasal dari angin, matahari, dan air pasang-surut yang berlimpah-ruah di negeri yang loh jinawi ini.
Kesimpulannya, bukan SDA (sumber daya alam) yang kurang namun SDM (sumber dayaa manusia) yang belum maksimal mengelola perlistrikan di negeri ini. Bagaimana menurut Anda?