Jalan Besar, Kredit Otomotif, Macet dan Polusi

21 Februari 2007

Indonesia memang dikenal sebagai negara maritim, sayang itu sudah tempo doeloe. Mungkin saat kapal Phinisi masih berjaya. Negeri ini justru dikenal dengan jalan-jalan utama yang lebar dan panjang. Tentu dengan nama jalan dari jendral-jendral pahlawan yang berjasa di jaman perang.

Jalan besar dan sering masih diperbesar karena dirasa kurang besar menampung sedemikian mobil dan motor yang populasinya terus meningkat. Kok bisa, padahal ada krisis ekonomi yang melanda dan rakyat yang sebagian besar masuk kategori miskin.

Pangkalnya berujung pada ACC kredit otomotif yang sedemikian mudah. Cukup memenuhi beberapa surat sebagai syarat dan uang muka tanda sepakat, sebuah kendaraan bisa ditenteng dalam hitungan jam atau hari. Mudah, murah dan meriah.

Nah ini dia, ternyata yang berminat membludak. Bisa jadi Anda pun ikut mengambil kredit motor seperti saya. Tak sadar ikut memperparah badan jalan dengan asap polusi dan kemacetan yang membuat geregetan.

Lebih parahnya, pemerintah daerah berpangku tangan, entah tak peduli atau tak mampu, dalam penyediaan alat transportasi masal yang layak dan aman. Toh, mereka pikir warganya lebih suka naik kendaraan pribadi. Semuanya salah kaprah dan makin parah.

Satu Tanggapan ke “Jalan Besar, Kredit Otomotif, Macet dan Polusi”


  1. [...] kredit polusi celoteh 25 February 2007 Pangkalnya berujung pada ACC kredit otomotif yang sedemikian mudah. Cukup memenuhi beberapa surat sebagai syarat dan uang muka tanda sepakat, sebuah kendaraan bisa ditenteng dalam hitungan jam atau hari. Mudah, murah dan meriah. [munggur] [...]


Tinggalkan Balasan