Jodoh di tangan Tuhan. Benarkah? Saya pun mengangguk tanda setuju. Mungkin pula Anda seiya-sekata dengan saya. Lalu, duduk manis dengan tenangnya menunggu hingga jodoh muncul sendiri di hadapan kita? Tentu tidak. Manusia harus tetap berusaha berjuang menemukan pasangan hidupnya.
101 satu cara dilakukan insan manusia agar dapat mendapatkan jodohnya. Minimal kesempatan bertemu. Ada beberapa cara (tentu tidak semuanya) yang sering dan umum dilakukan manusia, antara lain:
Komunitas. Mengikuti kelompok aktivitas tertentu memungkinkan seseorang memiliki circle pertemanan yang lebih luas. Baik itu berdasar kumpulan hobi, organisasi nirlaba, klub olahraga mau pun click minat yang sama. Tentu yang paling sering dan mudah adalah organisasi berlatarbelakang agama.
Sosialita. Bertandang ke tempat-tempat di mana banyak manusia berkumpul dengan tujuan mencari teman atau bahkan pasangan hidup semisal: bar, kafe atau karaoke.
Temannya teman temannya. Bermula dari satu teman, seseorang bisa mengenal orang lain yang merupakan teman yang lainnya pula. Anaknya teman bapak rekanan teman saya. Nah, bingung, kan?
Makcomblang. Cari teman yang suka menjodohkan teman yang satu dengan yang lainnya. Siapa tahu cocok di hati? Asal makcomblangnya jangan yang juga jomblo. Soalya, bisa jadi dia tak terbukti sukses atau boleh jadi pagar makan tanaman.
Biro jodoh. Ini dia solusi bagi yang setengah menyerah. Baik itu biro jodoh online atau pun offline. Siapa tahu dari beratus jomblo yang lain ada yang sama-sama mendamba dan akhirnya jadian.
Orang tua. Bila sudah mengibarkan bendera putih, bolehlah minta bapak atau ibu untuk menjodohkan dirinya dengan orang lain (yang kebetulan juga dijodohkan karena tak laku-laku). Ortu pun turun tangan.
Dukun. Kalau yang ini lebih baik jangan. Meskipun gadis cantik atau pemuda ganteng terpikat, toh tak sepenuhnya mereka memberikan perasaan mereka. Seperti zombie yang terpaksa mencintai.
Bila teramat sukar dan tak berpengharapan, coba deh tanyakan dan mintalah pada Sang Khalik. Namun, jangan lupa untuk membuka mata hati, siapa tahu jodoh sebenarnya sudah di depan mata. Hanya saja tak menyadarinya.