Titik-titik yang Menggelitik
Titik-titik sering dipakai dalam suatu kalimat untuk menggambarkan suatu hal yang memiliki makna tertentu. Makna didapat dari konteks.
Pada suatu … di … ada … orang sedang melakukan … saat …
Tak bermakna, kan? Sulit ditebak, apa yang sebenarnya untuk disampaikan. Lebih mudah bila konteksnya jelas.
Para pemuda desa sedang mengarak keliling desa dua pasang insan manusia beda jenis kelamin yang tertangkap basah sedang melakukan … yang tidak sah di sebuah gubug di tengah sawah.
Sekarang, Anda bisa menebak, mereka sedang apa. Tentu beda pula bila konteksnya berbeda.
Para pemuda desa sedang mengarak keliling desa 5 preman yang sedang … dengan kartu permainan dan uang di sebuah gubug di tengah sawah.
Titik-titik memang memberikan ruang bagi imajinasi. Bila berdiri sendiri titik-titik tak berarti. Tapi berada dalam konteks, titik-titik menjadi suatu seni tersendiri dalam kasanah bahasa. Seni tebak-tebakan yang dilambari imajinasi. Titik-titik yang menggelitik.
Contohnya dapat dilihat di Ukuran – Arisan Tante.
walah, kupikir tentang g-spot.
(wah saya keblasuk…)