Archive | Juli 2007

Satu Jam Saja

Baru asyik berselancar di dunia maya, tiba-tiba tertambat pada suatu situs di mana saya bisa mendengarkan lagu Satu Jam Saja (dalam format midi yang didengarkan langsung). Syairnya dapat dilihat di sini lirik lagu Satu Jam Saja.

Teringat bahwa dulu saya suka mendengarkan lagu itu kala rindu dengan mantan belahan hati. Satu jam saja… Tentu tak akan cukup. Paling tidak memenuhi relung hati untuk sekejap.

Ya, satu jam saja. Tak lebih dan tak kurang.

Blogger Malaysia Riskan Ancaman UU Antiterorisme

Saat membaca berita yang dilansir oleh BBC dengan judul Malaysia mulai tindak blogger, ada rasa syukur bahwa di tanah air masih ada kebebasan berekspresi di dunia maya. Meski bukan berarti kebebasan yang ada bisa digunakan untuk mengolok-olok atau memfitnah seenaknya.

Coba bayangkan, sehari-hari menulis blog tapi suatu hari tiba-tiba langsung ditangkap dengan undang-undang antiterorisme. Hukumannya pastilah tidak ringan. Yang sulit diatasi bukanlah siksaan atau makanan yang tak  berselera a la hotel prodeo.

Justru yang sulit adalah rasa sakaw yang timbul karena berhenti blogging. Terutama bagi yang memiliki blogaholik tingkat medium dan akut.

Belajar ‘Menulis Berita dengan Jiwa’ dari Hujan Deras

Tulis-menulis merupakan dunia yang sangat menarik. Terutama menyoal menulis berita. Adakah di antara Anda yang tertarik ‘menyajikan berita’ dalam wujud tulisan?

Bila YA, sekiranya bermanfaat untuk mencermati ulasan Hujan Deras yang menyajikannya di Menulis Berita dengan Jiwa.

Ilmu yang dibagikannya tersebut bisa diaplikasikan untuk menulis blog. Apalagi bila Anda memposisikan blog Anda sebagai ‘mata bagi pembaca mengenai kejadian di kehidupan sehari-hari’.

Tak ada salahnya memulai menulis liputan sederhana sembari belajar menulis. Memulai sebagai ‘amateur news writer‘.

Omerta dan NDA

Tahu artinya? Bila tidak, silakan lihat penjelasan tentang Omerta di Wikipedia. Singkatnya, Omerta adalah tradisi untuk ‘mengunci mulut’.

Saya mengetahui kata ini saat membaca artikel tentang Steve Jobs – sang Inovator Apple Inc. Menururt majalah tersebut (yang saya lupa judulnya), ternyata para stafnya teramat ketat menutup mulut tentang informasi sensitif perusahaan yang memproduksi iPod tersebut. Hingga ada anekdot bahwa perusahaan tersebut menerapkan Omerta. Rahasia perusahaan terjaga dengan baik.

Hasilnya adalah kejutan-kejutan yang menyentak dunia. iMac, iPod, iTunes dan iPhone lahir tanpa bisa diantisipasi kompetitor. Lebih dari itu, rahasia ternyata membuat orang bertanya. Penasaran dan momentum pemasaran pun terbentuk.

Namun, prosedur untuk tidak buka mulut memang sudah menjadi standar perusahaan tingkat dunia. Nama kerennya adalah NDA – non-disclosure aggrement. Hal ini untuk mencegah aliran informasi berharga keluar tanpa kontrol. Dan bisa jadi mencoreng citra perusahaan bila terekspos oleh kalangan lain.

Ah, benar kata pepatah ‘menepuk air di kubangan, terciprat wajah sendiri’. Hal ini juga berlaku untuk lingkup keluarga, seperti tidak seyogyanya menyebarluaskan aib keluarga. Misal, ada yang hamil di luar nikah.

Kopi Instan dan Ejakulasi Dini

Saya bukan dokter. Apalagi seorang ilmuwan. Oleh karena itu, tidak akan membahas hubungan secara kimiawi antara kopi instan dan ejakulasi dini. Memang, ada hubungannya? Yang saya tahu rokok punya kaitan yang gamblang dengan ejakulasi yang datang terlalu awal. Bukan kopi instan.

Justru ini menyoal fenomena ‘cepat-cepat’ dalam era super kilat. Dengan mengatasnamakan efisiensi, segala yang memerlukan proses panjang harus dipangkas. Lebih cepat, lebih baik. Semua pun menjadi terbiasa tergesa-gesa. Hasil akhirnya dinamakan ‘produksi’. Yang kemudian menjadi komoditas ‘konsumsi’.

Dulu kuliah perlu waktu lama. Suatu kajian dipikirkan dengan matang. Kini, kelas akselerasi diunggulkan. Yang telat mikir, silakan minggir dan masuk kelas marjinal yang tersingkir. Masa depan boleh dipastikan kurang cemerlang. Ini hanya salah satu contoh.

Proses tak lagi penting. Bukankah semuanya mendewakan hasil akhir. Yang penting klimaks. Tercapai sudah yang dikehendaki. Tak ada waktu tersisa. Yang penting kopi instan tersaji dan ejakulasi terjadi.

Namun, tak ada yang senikmat kopi dari bulir hitam yang diramu pelan-pelan oleh barista. Tak ada yang senikmat pergumulan intim di ranjang, tanpa harus tergesa-gesa, di antara dua insan saling memadu cinta .

25 Tips Mengoptimalkan Blog

Tentu bagi kita para blogger, terkadang ada pertanyaan ‘apa yang harus saya lakukan agar blog saya mudah dibaca oleh pembaca dan dikenali mesin pencari’?

Berbagai blog sudah pernah mengulasnya, termasuk blog ini. Meskipun sebenarnya tak ada patokan tentang blog yang sempurna. Kembali pada masing-masing pemilik blog menentukan nasib blognya.

Namun, bagi yang hobi blogging silakan membaca

25 Tips To Optimeze Your Blog For Readers & Search Engines

Artikel tersebut sungguh mencerahkan. Semoga setelah membaca, memahami dan mempraktekkannya, kualitas blog Anda kian meningkat. Pembaca pun mencernanya dengan nikmat. Aktivitas menulis Anda pun jadi tambah semangat.

Halaman Kehidupan

Seorang teman mengirim SMS kepada saya,

Katanya di episode terakhir, Harry Potter mati, ya. Kalau benar, ga seru deh. Masa tokoh utamanya mati.

Terus terang, saya kurang peduli dengan akhir cerita Harry Potter. Soalnya, saya belum tuntas membacanya. Lalu, saya membalasnya,

Bukankah semua orang cepat atau lambat akan mati. Yang penting justru bagaimana seseorang menjalani, menikmati dan memaknai hidup.

Bagaimana dengan halaman kehidupan (buku) cerita Anda? Apakah menarik? Atau malah sebaliknya, teramat membosankan. Anda yang menentukannya. Betul, kan? Mau cepat berakhir? Tentu tidak, kan?

Lanjut…

Betul, bahwa saya mengambil jeda untuk blogging gara-gara ingin menuntaskan buku Harry Potter terakhir. Bukan karena terkena mantra ‘stupefy‘ sehingga update blog ini mandeg sementara waktu.

Selesai? Ternyata belum. Maklum bukunya teramat tebal dan saya pun tak ingin cepat-cepat mengetahui nasib si penyihir cilik ini. Penasaran memang. Di sisi lain, saya tak tahan dengan jari-jemari yang sudah terasa gatal untuk ngeblog.

Jadi, mulailah saya mengeblog sambil disempat-sempatkan membaca buku karya J.K. Rowling tersebut. Saya kembali ke dunia maya dan dunia blog (baca: blogosphere). Terkadang balik ke dunia sihir. Lalu, ke dunia nyata (baca: offline).

Pembaca, saya haturkan selamat bertandang dan menikmati racikan opini, informasi dan imajinasi yang disajikan hangat di blog Munggur ini.

Jeda

Saat bernafas, ada saat menghela dan mengeluarkannya. Di antara kedua hal tersebut ada interval waktu. Hal yang sama juga dilakukan seorang pelari. Ada waktu untuk berlari dan saat beristirahat. Tentu agar nafas tak putus.

Jeda sesuatu yang natural. Sama alami saat biduan mendendangkan lagu dalam lirik-liriknya. Begitu pun kala seorang orator mengumandangkan ide dan semangatnya. Ada jeda. Disengaja, pun juga bisa terjadi begitu saja.

Interval selalu ada. Setiap gerakan dan tindakan pastilah memiliki ritmenya juga.

Oleh karena itu wajar adanya bila ada jeda saat aktivitas blogging. Jeda diperlukan. Entah itu supaya stamina tidak turun atau karena sedang mencari inspirasi. Boleh jadi, kesibukan sehari-hari juga menjadi alasannya.

Alasannya beda dengan saya, perbolehkanlah saya mengambil jeda sebentar dari aktivitas blogging saya. Tidak lama. Paling tidak hingga saya tamat membaca buku Harry Potter and the Deathly Hallows yang sungguh tebal dan teramat menarik tersebut. Ya, saya terkena sihiran J.K. Rowling. Mantra penawarnya hanya satu. Tuntas membaca buku tersebut hingga kata terakhir. Penasaran saya.
 

50.000

Ya, blog ini sudah mencapai hit ke 50.000. Ada rasa senang. Ada kemajuan. Sayang, saat ini terlalu sibuk dengan buku Harry Potter serial terakhir.

Terima kasih sudah bertandang ke rumah maya saya ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.