Baru saja saya mendapatkan kata yang sederhana, yaitu ‘mendukung ekonomi lokal’. Mungkin Anda bertanya apa maksud kata-kata tersebut.
Lebih mudah dijawab dengan contoh. Yaitu, warung dekat rumah, pasar di komplek sekitar kita, layanan tukang ojek di perumahan dekat wilayah kita, tukang jahit tetangga, katering seberang rumah dan rumah makan tak jauh dari area tempat tinggal kita.
Dengan begitu, usaha-usaha yang berada dalam jangkauan domain kita terbantu. Mereka untung, kita pun untung. Tak perlu mengendarai mobil, perjalanan jauh yang memakan waktu atau pun bayar parkir.
Lagipula, kedekatan geografis memberikan keuntungan sosial. Antar sesama masyarakat yang tinggal relatif berdekatan relasinya menjadi lebih dekat. Interaksi komunikatif yang bersifat mutualisme.
Hal lain yang dipetik adalah tak usah buang uang banyak-banyak untuk pusat perbelanjaan asing yang menyedot devisa, membayar pajak restoran, mencemari udara dengan emisi kendaraan dan menggunakan waktu yang ada untuk kegiatan produktif lainnya.
8 Agustus 2007 pada 4:27 AM
tips menarik, simpel, ringan sederhana..
btw soal lain.. kebanyakan pasar lokal atau pasar tradisional skr sudah mulai tersingkir dengan hadirnya supermarket cs.. kadang malah pemerintah daerah sendiri kurang begitu menggebu-gebu ngurus pasar tradisional sehingga kondisinya makin memprihatinkan…..
8 Agustus 2007 pada 8:59 AM
aku langganan pecel deket masjid deket kos, nggak kepikiran kalo bisa ndukung ekonomi lokal..
*tar sore mecel lagi..*
8 Agustus 2007 pada 11:36 AM
Mengembangkan ekonomi lokal butuh perjuangan cerdas dan multi dimensi. Sederhananya ” setiap kebutuhan selalu gunakan produksi dalam negeri kecuali tidak tersedia. Kualtas kurang-kurang dikit maklumi saja, karena toleransi yang kita berikan tsb besar memiliki dampak yang dahsyat utk penguatan manajemen bisnis saudara-saudara kita ke arah moderen.
Ekonomi lokal botuh pengorbanan. Kebetulan saya dan teman-teman lagi fokus membangun gerakan kependulian terhadap produksi dalam negeri (Yayasan Masyarakat Peduli Produksi Indonesia). Ayo Indonesia produksi dalam negeri bangkit!
8 Agustus 2007 pada 12:24 PM
betul, bung Iwan. harus mulai dari dini dan diri sendiri Ayo! cintai produk dalam negeri. kecuali HP, soalnya belum ada merek dalam negeri.