Siapa pun rasanya kurang suka dengan binatang kecil bersayap ini bernama Nyamuk. Ada gatal yang muncul tiap kali nyamuk menggigit. Padahal tak punya gigi. Belum pernah kan dengar nyamuk sakit gigi?
Nyamuk juga mengedarkan penyakit. Entah itu Malaria yang bikin orang demam tinggi atau Demam Berdarah yang membuat penderitanya berdarah-darah. Bagi yang sudah pernah mengalaminya pasti akan melakukan proteksi diri berlebih dari si pembawa penyakit ini. Dia hanya membawa (mungkin tak sengaja) dan tidak membuat.
Pencegahan biasanya memakai bahan kimia, baik yang semprot atau pun bakar. Namun sama-sama berbahan kimia. Ada resiko menciptakan resistansi. Generasi nyamuk berikutnya bakalan lebih kuat.
Ada cara lain dengan memakai Bioinsektisida. Ramah lingkungan meski caranya sedikit kurang praktis. Diharapkan dengan bioinsektisida, anak-anak nyamuk (baca: jentik-jentik) akan bisa ditekan jumlahnya.
Ya, nyamuk harus diberantas. Soalnya, satu nyamuk bisa merenggut nyawa orang, temannya banyak lagi. Ya, agar tak banyak yang berguguran terkena gigitannya. Tapi omong-omong, mana yang lebih mudah, melibas nyamuk atau koruptor?
9 Agustus 2007 pada 7:24 PM
gimana kalo melibas koruptor dengan nyamuk mas .. hehe he he
9 Agustus 2007 pada 10:04 PM
kok tidak kepikiran ya.
usul yang bagus.
nyamuk boleh menggigit koruptor saja.
5 Oktober 2007 pada 6:12 PM
jgn dibasmi abis , ntr gmn dg aq ? kerjaanku kan bgmn spy aq bisa ternak nyamuk sbg bhn untuk aku teliti