Pemandangan yang lazim melihat orang-orang yang sibuk mengambil foto dengan kamera mereka. Entah kamera analog atau pun yang dijital. Begitu juga situasinya, baik itu acara pernikahan, piknik bersama, kumpul keluarga, jalan-jalan atau bahkan sekedar makan-makan. Kokang tanpa membidik pun juga wajar-wajar saja. Yang penting memotret dan/atau dipotret.
Lalu tergeraklah bermacam organisasi, profit mau pun non-profit, untuk mengadakan sayembara foto. Muncul sebagai wadah mengasah para fotografer amatir sekaligus yang pro. Dari tingkat nasional hingga level sekolahan.
Salah satu kendala klasik adalah bagaimana menampilkan koleksi foto-foto para partisipan. Memang bisa menyewa tempat dan menyewa penampang gambar. Namun, tentu ada biaya dan tenaga. Audiensnya pun terbatas secara geografis.
Ada cara lain yaitu dengan menyewa hosting internet yang juga berbayar. Itu pun masih disibukkan dengan membuat situsnya. Padahal, sebenarnya hal tersebut bisa disiasati dengan kreativitas. Alih-alih membuat situs dengan segala kerepotannya, mengapa tidak memakai layanan blog dari WordPress untuk pengumuman dan publikasi. Sedangkan hosting foto bisa memakai jasa layanan foto Flickr. Cukup dengan membuat pool (baca: group) untuk membuat album tersendiri.
Dengan cara praktis tersebut, sebuah kumpulan sayembara foto dapat dinikmati dan diapresiasi (baca: diberi komentar) lebih banyak orang secara masal tanpa dibatasi ruang dan waktu dan penyelenggaraannya lebih praktis. Bagaimana dengan Anda atau institusi Anda, tertarik untuk mengadakan sayembara foto?
16 Agustus 2007 pada 12:02 AM
wew… ide menarik.. sayembara foto sekaligus lomba menulis untuk murid sekolah…
kenapa tidak mas.. hehehhe pembelajaran praktis jurnalisme
16 Agustus 2007 pada 12:15 AM
wow, penggabungan keduanya. ide menarik itu.
sedang digagas konsepnya. terus terang saya ingin sekali memfasilitasi sayembara menulis dan foto terutama bagi anak SMU atau kuliahan.
iya, pembelajaran praktis jurnalisme. sesuatu yang saya angankan teramat lama.
16 Agustus 2007 pada 5:32 AM
wah saya tunggu nih mas konsepnya…
moga-moga saya bisa ikut berpartisipasi juga
16 Agustus 2007 pada 11:24 AM
siapa saja bisa menyelenggarakan sayembara versi masing-masing. makin banyak media mengasah kemahiran menulis dan memotret.
5 Oktober 2007 pada 2:39 PM
YAH BOLEH JUGA ADAKAN SAYEMBARA FOTO AKAN TETAPI LEBIH BAGUS LAGI KALAU ADAKAN LOMBA FOTO SEDUNIA YANG KATEGORI NYA ADALAH MAHASISWA BUKAN WARTAWAN
5 Oktober 2007 pada 2:42 PM
LEBIH BAGUS LAGI ADAKAN LOMBA FOTO SEDUNIA YANG BERTEMAKAN “LINGKUNGAN KU ADALAH HIDUPKU”
PESERTA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI
SEINDONESIA