Sajak

Tak pernah benar saya paham mana yang sajak atau yang bernama puisi. Apalagi prosa dan prosa lirik. Tak pernah menjadi pencinta puisi. Semata hanya suka bermain kata.

Sudah lama saya ingin mencoba berpuisi. Meskipun mungkin kosong tak berisi. Itu pun saya lebih suka menyebutnya bersajak, entah mengapa. Kecil namun berarti, paling tidak untuk saya pribadi.

Oleh karena itu, sebuah kategori baru muncul dalam deretan kategori di blog Munggur ini. Tersebutlah kategori ‘sajak‘. Mungkin karena saya mencoba untuk lebih humanis. Ada sentuhan seni yang menyentuh relung hati.

Sajak pertama yang muncul adalah Belalang. Selamat menikmati!

protego blogo munggur

Belalang

Aku ini binatang bernama belalang. Melanglang ke banyak padang. Hinggap di antara ilalang. Tidur dengan ditemani taburan bintang. Yang kala hujan pasti menghilang.

Aku selalu diburu burung yang terbang. Sebagai makanan yang membuat kenyang. Meski aku ini petualang. Namun, takut waktu ‘kan juga menelanku hilang.

Memang aku belalalang lajang. Sedang mencari pasangan untuk biak berkembang. Jalanku penuh rintangan. Tapi pemandangan masih membentang. Kan kunikmati kala sayap masih merentang. Sebelum nyawa meregang.

protego blogo munggur

Sanggama

Saat menulis postingan berjudul Kamu Masih Perawan?, terlintas di benak saya kata ‘sanggama‘. Alasannya sepele, keperawanan selalu terkait dengan sanggama.

Namun, kali ini yang kita diskusikan adalah kata padanan untuk ‘sanggama’. Ternyata banyak didapati sinonimnya. Tentu dengan kandungan arti dan konteks yang beragam. Bukankah cukup sering kita menemukan kata-kata itu di surat kabar dan media massa lainnya.

Meniduri, menggagahi, mengangkangi, menggauli, menyetubuhi.

Ada juga kata yang memberikan gambaran yang hampir serupa meski secara literal tak sama persis.

Memetik (kegadisan), menikmati, melayani, memanaskan (ranjang) dan bersatu.

Kata yang paling denotatif yang sedikit hiperbolis untuk terminologi ini yaitu,

membahagiakan

Kata tersebut juga tak beda jauh dengan ‘memuaskan’.

Bila ingin mendapatkan contoh dan gambaran yang jelas dari penggunaan sebagian padanan kata untuk ‘sanggama’ di atas, lebih tepat bila Anda bertandang ke pencinta wanita yang gemar bercinta di blog Sekarang.

protego blogo munggur

Biltong dan Merlot

Melakukan sesuatu yang baru benar-benar menyenangkan. Supaya tak bosan dan ‘bikin hidup lebih hidup’. Salah satunya adalah mencicipi makanan atau minuman yang belum pernah dirasakan oleh lidah.

Tempo hari rupanya saya cukup beruntung diundang teman makan malam. Lebih sopan bila saya tak bertandang ke rumah mereka dengan tangan kosong. Kebetulan ada kolega yang sedang mencari sebotol anggur sebagai hadiah ulang tahun rekan kantor kami. Maka saya juga membeli satu botol sesuai rekomendasinya. Sebotol anggur Merlot dari Australia keluaran tahun 2006.

Sewaktu makan malam, salah satu teman saya, yang bekerja di Cape Point Ostrich Farm yang terletak di dekat Tanjung Harapan di bentangan Afrika, menawarkan dendeng Biltong. Ya, itu artinya daging yang berasal dari burung unta. Rasanya cukup unik. Seperti daging sapi dan merah warna dagingnya.

Jadilah malam itu lidah saya mengecap 2 gelas Merlot dan beberapa irisan dendeng Biltong. Indera pengecap dan perut pun terpuaskan saat itu. Hanya dua kata untuk menggambarkannya, sedap dan nikmat.

protego blogo munggur