Pecinta Teh
Teh merupakan hadiah dari Sang Khalik agar manusia bisa menghirup wangi dan merasakan kehangatannya. Dengan begitu bisa memperingan beban kehidupan di kerasnya hidup.
Begitu juga dengan saya saat menulis postingan kali ini. Santai berselancar sekedar memeriksa email dan sedikit blogging dengan ditemani ramuan hangat teh Earl Grey. Yang ditulis pun sekalian menyoal teh. Ya, saya adalah pecinta teh.
Salah satu teh favorit saya di Negeri Merlion adalah teh bunga matahari. Teh itu warnanya bening dan sangat menyegarkan jiwa.
Namun, tidak ada yang mengalahkan hangatnya teh buatan simbok di dusun Munggur. Takaran pas teh Sariwangi dengan beberapa sendok gula sebagai pemanisnya . Tentu ditaburi dengan kasih simbok kepada anaknya. Maknyuss!
Ya, tradisi minum teh sudah mengakar dalam diri dan keluarga saya. Bahkan karena terlampau sering minum teh, saya berpikir mungkin saya ini orang Inggris. Seperti Ratu Elizabeth II dari Inggris. Dengan harapan panjang umur sepanjang umur ratu negara asal sepakbola itu.
8 Responses to “Pecinta Teh”
Trackbacks / Pingbacks
- - 16 Desember 2007
ehm..saya kurang tau ya apa teh itu dari inggris..
tapi kalau di jawa khan ada kebiasaan minum teh panas, manis dan kental…
Pernah baca cerita tentang asal mula teh, dari Cina, katanya. Suatu hari sang Kaisar sedang santai membaca di halaman. Di sebelahnya ada cangkir minum berisi air. Angin meniup daun2 sampai gugur, dan ada yang masuk ke cangir sang kaisar. ketika diminum rasanya enak dan badannya menjadi segar. Kaisar akhirnya mencari tau soal daun itu dan jadi deh, ada yg namanya daun teh. Hmm, tapi teh itu kan macam2 ya… kurang tau deh, yang pertama itu daun teh yang seperi apa, sama nggak dengan yang dipuncak itu.
Btw, minum teh, sambil makan kue dari dapur kenari pasti lebih maknyuss!
Betul. Paduan yang teramat enak: dapur kenari + teh hangat = maknyuss! Sejenis promosi ya, Bu Sisil? Semoga sukses kateringnya.
Untung gelas kaisar itu kemasukan daun teh. Bukan bebijian Pete. Ga lucu kan kalau kita minum rebusan pete.
@andar:
Nasgitel = panas + legi (manis) + kentel (kental).
Dari Yogya ya?
Mungkin dari sononya sudah ada kebiasaan minum teh di berbagai dunia. ada yang terkenal dan ada yang tidak.
coba nggur mampir ke priangan. ntar kita jalan2 di kebon teh… puas mau cium cium daun teh :D
wahh.. beda banget ya ama gw.. gw mah gak suka tehhh… rasanya.. tertinggal di mulut.. *hayo loh?! bingung gak? hihi*.. terutama teh hijau ala jepang nan aneh rasanya.. huahhh… :D
teh emang enak gur!, tapi buatku kopi lebih mantapp!