Saat mendengar lagu Ahmad Dhani berjudul Aku Cinta Kau dan Dia, saya tiba-tiba teringat dengan ramainya liputan cinta segitiga antara Dhani, Maia dan Mulan. Lucu jadinya. Coba kalau Dhani harus menyanyikan lagu itu di konser. Rasanya tidak pas antara kenyataan dengan lirik lagunya.
Dua memang serasi. Tapi kalau tiga, jadinya tidak seimbang. Bukankah membagi hati memang tidak mudah. Seharusnya Dhani harus belajar dari Aa Gym. Dengan begitu perceraian bisa dicegah. Justru poligami bersemi.
Dengan begitu judul lagu tersebut bisa diubah menjadi Aku Cinta Kalian atau Cinta Kami Bertiga. Tiba-tiba juga saya malah teringat kata threesome dan aturan di Jakarta bahwa pada jam dan jalan tertentu haruslah ada 3 orang di satu mobil.
Saya jelas-jelas tidak mengiyakan atau menentang Dhani dan Aa Gym. Hanya sedikit jengkel karena mencari pasangan hati itu susahnya bukan main. Tapi mereka malah memiliki lebih dari satu.
Kesimpulannya, bukan hanya kaum Hawa saja yang merasa terganggu. Kaum Adam yang masih jomblo pun juga merasa perilaku mereka tidak adil. Benar, kan?
1 November 2007 pada 1:58 PM
ini bukan perasaan hati kan pak?
1 November 2007 pada 3:36 PM
Jadi ceritanya Bung Munggur iri ya? Peace Bung!
1 November 2007 pada 6:22 PM
tuh kan lagi2 lagi bahas selingkuh, ugh….
1 November 2007 pada 7:36 PM
@anggara:
yang jelas bukan perasaan hati saya.
@smartnwise:
jengkel, bukan iri.
@grak:
mana yang lebih baik, selingkuh atau poligami?
2 November 2007 pada 12:23 AM
kalo aku pilih poligami, tapi yang berkeadilan *kayak pancasila aja, hehehe*
2 November 2007 pada 6:28 AM
tapi tetep aja cintanya satu. satu untuk di jakarta, satu lagi di bandung!
2 November 2007 pada 9:55 AM
NO comment … hanya mampir.
3 November 2007 pada 9:20 AM
ayo threesome kang!
3 November 2007 pada 10:44 AM
@grak:
sebelum menikah biasanya ada ‘kata-kata bijak dari orang tua’. tapi kalau bung grak, bisa-bisa diisi dengan Penataran P4. ada-ada saja.
@benbego:
boleh juga ngelesnya…
@sayap ku:
baru kali ini ada komentar isinya ‘ga komen’. ditunggu komentarnya.
@kancutmerah:
walah dhalah wara khadah…
wolal-waliking jaman (baca: jaman edan).
4 November 2007 pada 3:47 PM
Hwekekeke…. ada yang merasa tersaingi dalam mencari cinta kaum hawa rupanya!
4 November 2007 pada 10:57 PM
hmm… udah tahu masih juga mencibir… huh!
perjuangan belum berakhir sebelum bendera putih berkibar.
halah…
lha wong, ini juga hanya terlintas saat dengar lagunya Ahmad Dhani.
5 November 2007 pada 5:53 PM
beginilah hidup
5 November 2007 pada 8:51 PM
@robert mendonca:
betul. eniwei, salam kenal, soalnya baru belakangan ini mendengar nama blog bung robert.
5 Februari 2008 pada 7:33 PM
salm kenal juga buat bung munggur 2.0