Bagaimana rasanya bila suatu saat ada seseorang yang mengatakan ‘I Miss You‘ kepada Anda? Pasti hati terasa senang. Bukti bahwa ada yang masih setia memikirkan dan memperhatikan diri Anda. Lega bahwa kita tak hidup sendirian di muka bumi.
IMY, memang bisa dihantarkan melalui banyak medium. Melalui sandek yang muncul di HP, tertera di kartu pos atau surat ucapan, terkirim secara real-time melalui instant messenger atau surel (surat elektronik atau e-mail) dan telepon singkat irit pulsa. Meski yang paling diharapkan adalah melalui bisikan lembut disertai kecupan manis.
Sebuah IMY yang datang tiba-tiba bisa membangkitkan jiwa yang sedang terpuruk dalam kungkungan kesibukan, memberi semangat bagi hati yang merindukan asupan kasih sayang, menggairahkan kembali renda cinta yang memudar atau pun mempererat relasi yang sesaat lupa disirami dengan perhatian.
Hanya saja seyogyanya sebuah pernyataan IMY harus diikuti dengan balasan atau/dan perlakuan yang seimbang sesegera mungkin. Kurang manusiawi dan tak berperasaan bila hanya mendiamkan atau mengabaikan pesan dari hati tersebut. Boleh jadi, saat pesan pertama tak dijawab maka tak ada lagi kesempatan kedua. Lalu, putuslah tali silaturahmi antar jiwa. Minimal, pupusnya sebuah kerinduan yang tak terjawab.
Sebuah IMY menandakan suatu arti tertentu tergantung konteksnya seperti berikut ini. ‘Aku memperhatikanmu dan mengingatmu’, ‘I need you‘, ‘I love you but where the hell you are?‘ atau ‘Lu emang ga ngerasa kalo lu kurang perhatian ke gue‘. Paling menyedihkan bila menyiratkan kepedihan, ‘I miss you coz you are not belong to me’. Tak beda dengan kata ‘I miss something in my life‘.
Eniwei, saya selalu merindukan dan terharu saat ada yang mengatakan ‘I Miss You‘ kepada saya. Hanya saja rupanya saya jarang melakukan yang sebaliknya. Baru saja saya tersadar. Omong-omong bagaimana dengan Anda? Apakah sudah memberikan IMY kepada orang yang ada di hati Anda hari ini?
5 November 2007 pada 2:51 AM
ehem lagi berbunga2 nih? 3 postingan berturut2 dengan tema hampir sama?
5 November 2007 pada 8:11 AM
I miss you ….
5 November 2007 pada 11:11 AM
eh, elu lagi jatuh cinta beneran ya? we … lha kok madan-madani aku to … njiplak …
5 November 2007 pada 3:13 PM
kalau saya sih sering terutama untuk anak dan istri
5 November 2007 pada 4:09 PM
Dapat SMS kangen dari pasangan di tengah hari saat keruwetan kerja menimpa merupakan air pelepas dahaga lho Bung, mau coba?
5 November 2007 pada 6:56 PM
belum….
5 November 2007 pada 8:55 PM
@sayap ku:
terima kasih salam IMY-nya.
@tukang nulis:
neng femi ya? jatuh cinta urusan sendiri-sendiri. tidak ada yang saling njiplak. eniwei, IMY itu juga universal. misal, saya rindu kampung halaman.
@anggara:
nah, ini contoh yang bagus. sayang anak dan istri.
@smartnwise:
percaya. semoga keluarga kenari makin kompak.
@mathematicse:
loh, kok belum?
7 November 2007 pada 4:04 AM
‘I miss something in my life‘.
huhuhuhuuh
16 November 2007 pada 10:27 PM
[...] harganya. Segeralah menyapa sebelum terlambat. Apa sih susahnya bilang ‘Hi!’, ‘I Miss You‘ atau ‘Piye kabare, [...]