Bulan November dan Desember merupakan bulan di mana para wedding organizer, bridal house, katering, fotografer, percetakan undangan pernikahan, pemilik gedung dan perias manten disibukkan dengan banyaknya rencana agung menuju lembaran hidup baru. Maklum, musim hujan memang pas untuk bulan madu. Dingin dan ada kehangatan pasangan baru.
Teman dan sepupu saya pun juga akan, sedang atau sudah melangsungkan pernikahan. Lalu, ramai orang bertanya, “Kamu kapan?”. Telinga panas meski tak sepanas hati yang hampa.
Kenyataan berbicara. Hidup belumlah stabil. Maklum, ada perubahan hidup yang signifikan. Semacam alasan untuk membela diri. Padahal yang pasti adalah belum ditemukannya pasangan hati yang siap hidup dalam suka dan duka. Meski lebih tepat bila disebut ‘berjuang bersama’. Jadi harus siap hidup agak susah di perantauan.
Ada blogger yang menggambarkan impian sebuah pernikahan yang kurang membumi namun romantis. Berbeda dengan pasangan blogger SegoKoecing dan Dapur Kenari yang penuh lika-liku namun selalu kompak dalam perjuangan bersama. Untuk tips mengenai pernikahan silakan baca di Buruan Nikahin Gue.
Yang pasti pernikahan merupakan topik menarik yang dibicarakan banyak orang. Termasuk oleh para blogger di blogosphere WordPress. Tak percaya? Coba periksa ‘menikah+wordpress’ di mesin pencari. Anda boleh mengomentari postingan kali ini. Tapi jangan sekali-kali menulis pertanyaan sensitif ‘kapan menikah?’.
5 November 2007 pada 12:53 AM
ada benarnya pertanyaan kapan menikah memang pertanyaan yang sedikit rawan untuk di tanyakan kepada orang yang dianggap telah cukup waktu untuk menikah…anehnya pertanyaan itu tiba2 menjadi pertanyaan fav yang dikeluarkan kepada org yang memenuhi kriteria umur tadi
sama sadisnya dengan perkataan …”eh lo kok gendut banget sekarang?” gila… itu merupakan pernyataan yang kejam. apa nggak pernah kepikir lemak itu tidak pernah membunuh sel otak orang gendut. jadi mereka masih cukup pintar untuk tahu kalo mereka gendut.
5 November 2007 pada 1:23 AM
pertanyaan yang sensitif menandakan kita masih sadar 100 persen. hanya memang yang tak sadar dan kurang ajar ya para penanya itu.
tentu bila sudah menikah, tak ada lagi yang bertanya. makanya bila belum menikah, ya tak perlu ditanya ‘kapan menikah?’.
tentang sadis… hmm, ya begitulah hidup. tapi tak perlu dimasukkan ke hati. anggap saja alarm yang masih peduli mengingatkan diri kita.
5 November 2007 pada 2:30 AM
tanggal berapa nikah? menikah sama siapa?
*bukan tanya “kapan menikah?” kan :p *
5 November 2007 pada 3:53 AM
Ada masanya pertanyaan2 itu dilontarkan, ada masanya pula orang akan sungkan (baca: kasihan) menanyakannya lagi. Jadi, lewati dulu fase pertama kalau lolos, anda akan memasuki fase kedua.
5 November 2007 pada 8:09 AM
Menikah itu bukan hanya impian cinderella mas, tapi juga impian putri salju… dan impian kita semua, jadi mari menikmati mimpi, menhayalkan pernikahan SEINDAH mungkin.
5 November 2007 pada 10:33 AM
Menikah yukkk
5 November 2007 pada 2:24 PM
Mas Munggur, wah, kehormatan deh kami disebut2 di sini. Puji Tuhan, segala sesuatu dijalani dengan cinta dan sejauh ini lancar. Hari ini, disebut di blog Munggur, membuat rasa cinta pada suami saya semakin dalam. Trima kasih ya, sudah ikut membangun rasa cinta itu menjadi makin besar.
5 November 2007 pada 9:07 PM
@grak:
tidak ada komentar…
makasih sudah berkunjung.
@marsitol:
kalau sampai orang sungkan menanyakannya, boleh jadi sudah terlambat untuk membina rumah tangga. mungkin sudah beruban dan ompong.
@sayap ku:
mengkhayal memang boleh tetapi kaki tetap memijak bumi. kalau tidak nanti kecewa. masih ingat, kan, bahwa di Taiwan ada banyak perceraian setelah para istri mengidolakan F4 terlalu semangat sehingga kecewa dengan suami mereka dan bercerai.
@dwi yanto:
memang ngajak siapa?
@dapurkenari:
syukurlah kalau bisa membantu sebuah cinta menjadi lebih besar. ada atau tidaknya postingan ini, saya yakin dapurkenari tetap akan langgeng membina keluarga kenari. terus terang, perjuangan kalian menginspirasi kami-kami yang masih belum berkeluarga. makasih ya…
16 November 2007 pada 12:52 PM
nikah itu simple, jika mau dibuat simple. ribet, jika dibuat ribet
16 November 2007 pada 10:34 PM
btw, kitong sudah married? ribet atau simple?