Amoy Singkawang

Sudah lama sebenarnya saya mendengar perihal amoy dari kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tentang gadis-gadis muda putih mulus nan cantik yang diperistri para lelaki dari negeri-negeri seberang. Namun, baru benar-benar penasaran selepas membaca ulasan tentang amoy di blog Hanna.

Lalu mulailah saya menelusuri amoy dengan mesin pencari. Juga mendapati beberapa artikel dari Amoy Singkawang-Taiwan, praktik kawin photo dan pengantin pesanan. Geleng-geleng kepala bahwa ternyata ada bentuk kehidupan seperti ini. Menarik, unik sekaligus menimbulkan keprihatinan.

Tak setuju saya dengan perkawinan tanpa ada rasa cinta. Berbondong-bondong para lelaki datang ke kota di Kalimantan Barat tersebut lalu mencari istri seperti laiknya memilah, memilih dan membeli sepatu di toko. Gadis Singkawang tak seharusnya diperlakukan seperti itu. Mereka manusia. Punya pikiran dan perasaan.

Tragis saat mengetahui bahwa orang tua mereka pun justru seringkali mendalangi atau minimal menyetujui praktek ‘mengekspor anak gadis’ mereka. Memang kesulitan ekonomi menghimpit dan pemerintah diam saja. Namun, sekali lagi bukankah mereka manusia. Bukan barang komoditi.

Menikah itu harus berdasarkan cinta. Tidak seyogyanya dengan membeli istri. Coba bayangkan bila Anda harus menikah dengan orang tak dikenal. Bila hoki, berbahagialah Anda. Bila tak beruntung, hidup bisa buntung. Hidup ini memang beragam dan masih banyak yang bisa bikin geleng-geleng kepala.

About these ads

22 thoughts on “Amoy Singkawang

  1. Hanna 18 November 2007 / 2:13 PM

    He3… Hebat benar. Baru sejam rasanya sudah jadi satu tulisan baru. Salut. Oh, ya di internet kita bisa mencari lebih banyak data tentang Amoy.

  2. almascatie 18 November 2007 / 2:18 PM

    makin geram… ekonomi memaksa kita untuk tunduk terhdap keadaan :(
    ah semoga mereka menjadi orang2 terbaik

  3. Hanna 18 November 2007 / 2:29 PM

    @almascatie

    Sabar, mas. Sabar. Btw, suerr deh saya sendiri pengen TERIAKK, tidak terima kaumku di perjual belikan.

  4. munggur 18 November 2007 / 2:48 PM

    @hanna:
    memang seperti inilah sifat dari real-time dunia maya. segala sesuatu bisa tersampaikan secepat kilat. ternyata tulisan baru yang keluar dari oven ya? fresh. semoga, jual-beli dapat diredam hingga para amoy singkawang mendapat martabat yang selayaknya.

    @almascatie:
    benar, ekonomi… huh!

  5. sawali tuhusetya 18 November 2007 / 3:17 PM

    Amoy singkawang! Agaknya nasib yang kurang beruntung telah membawa mereka pada keadaan yang tak menentu. Namun, semangat mereka untuk melakukan perubahan perlu diacungi jempol. Mereka adalah pahlawan bagi kaumnya di Singkawang. Tentu saja, mereka perlu menuturkan pengetahuan dan pengalaman mereka kepada generasi berikutnya agar tak terjadi kejadian serupa. Salut untuk amoy Singkawang.

  6. Aldy di Singkawang 20 November 2007 / 11:47 AM

    sebenarnya semuanya berawal dari keinginan untuk memperbaiki taraf hidup.
    Semoga kedepan singkawang bisa menjadi lebih maju, lebih banyak lapangan kerja sehingga tidak perlu lg ada kawin campur ini.

  7. munggur 20 November 2007 / 7:14 PM

    @sawali:
    benar, pengetahuan akan menuju kesadaran. lalu, perubahan.

    @aldy:
    semoga…

  8. vicky 28 September 2008 / 11:01 PM

    hai kenalan gadis singkawang namaku senna di jkt hp 081383087070

    • ferdy 15 November 2010 / 11:32 PM

      Hai senna apa kabar?……..

      Saya berharap untuk ke depan amoy singkawang mendapat tempat yang lebih terhormat..

      salam
      @ ferdy

  9. Venom 23 Oktober 2008 / 10:50 PM

    Pemerintah d singkawang ga taw ato pura2 ga taw soal ini y?
    kejadian keq gene mo d biarin trus?

    Singkawang kan kotany indah bgt koq ga d manfaatin keindahanya y…
    d jadiin tempat wisata biar ada lowongan kerja kan mayan tuh bwat majuin kota skwg
    seenggaknya bisa buka lapangan kerja bwat org2 skwg n ga perlu kjdian keq gene kejadian…
    masa mo pasrah jadi orang susah n mpe d jual gt…
    ga manusiawi bgt T.T

  10. Albertus Suprianto 1 Februari 2009 / 2:06 AM

    saya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat singkawang, kenapa ???????pemerintah tutup mata ????????
    ataukah kondisi seperti ini memang sepantasnya harus ada.

  11. bambang sp 2 Maret 2009 / 2:22 PM

    Pemerintah Daerah mestinya perhatikan dan tingkatkan taraf hidup warganya, jangan apatis dong, rusak moral rakyatmu merupakan hargadirimu.

  12. momod 1 April 2009 / 8:20 PM

    klo di dunia hukum dikenal dengan istilah tindakan criminal human trafficking, di negara2 maju (eropah, amerika) sgt berat sanksi pidananya.

  13. Tri Wuryanto 19 September 2009 / 7:53 PM

    saya hanya tahu lewat berita saja, tapi sebetulnya di kota singkawang itu sepeti apa seh??

  14. iwan 24 November 2009 / 8:33 PM

    edy tansil, anggodo, atau konglomerat etnis tionghoa lainnya, coba Anda lihat Singkawang. Anda senang2x dijakarta dgn uang korupsi hasil kolusi dgn pejabat tapi disana mereka kelaparan sampai ngejual anak gadis mereka!!! Mikir dong lu tokek 2x!

  15. Han Han 26 April 2010 / 9:12 PM

    ya saya juga langsung BT begitu tahu ada buku yang membahas ini di toko buku yang lumayan besar…
    T_____T

  16. ady.liu 22 Juni 2010 / 4:10 PM

    berantas mafia praktek sampai ke akar”nya.

  17. susahni 23 Juli 2010 / 5:03 PM

    saya juga kawin ditaiwan,saya mau nasehatin gadis indo janganlah kawin ditaiwan.biar miskin diindo lebih baik……

  18. april 24 Oktober 2010 / 2:26 PM

    setuju banget.sudah seharusnya org menikah berdasarkan cinta.kasihan cew2 singkwg sudah seperti barang yg diperjual belikan seenaknya,dan kalo si “pembeli” tidak sreg lalu dipulangkan begitu saja.tapi ini kembali lagi pada individu masing2 amoy sendiri,apakah mereka mau diperlakukan seperti itu.karena disekitar saya emang ada amoy yg terpaksa dan ada juga yang karena kemauan mereka sendiri.tapi walaupun saya bukan amoy singkawang,tapi sebagai perempuan saya tidak setuju dengan hal tersebut.saya berasal dari ponianak,dan hal2 seperti ini tidak membuat saya bangga dengan apa yang terjadi pada cewek2 kalimantan.karena saya yakin cewek2 kalimantan memiliki kwalitas yang bagus2 dan tidak seharusnya diperlakukan rendah seperti itu,dan seperti yang saya bilang itu semua tergantung bagaimana cewek2 itu bagaimana memanfaatkan kwalitas mereka tanpa harus merendahkan harga diri seperti itu.ini jaman emansipasi wanita,perempuan manapun bisa maju asal mereka dapat mengembangkan dan memanfaatkan kwalitas mereka dengan benar.

  19. pohon Seger (@PohonSeger) 30 Desember 2011 / 8:19 AM

    aku ingin kenal, berteman dan bersahabat dengan amoy singkawang, karena aku awal pebruari mau datang ke Singkawang keperluan porasurvey untuk penulisan draft proposal disertasi. Siapa mau kenalkan? atau dianya sendiri mau kenal aku, alangkah senangnya aku. Karena dapat melancarkan prasurveyku nantinya. Kutunggu ya… add di fb ku.

  20. annie 2 Mei 2013 / 8:32 PM

    saya menikah dengan orang taiwan , jodoh memang ditangan tuhan ,tuhanlah yg menentukan tp jk hrs menikah demi uang tp hati tak bahagia sebaikny dipikirkan lebih matang ,saya pun menikah dg orang taiwan jauh dari keluarga banyak beban pikiran ,karena sering berbeda pendapat jg kurang jelas masa lalu suami banyak masalah yg datang silih berganti ngk tahu mau curhat sama siapa ,kadang bertengkar menangis sedih terasa kangen sama keluarga

    • munggur 3 Mei 2013 / 9:43 AM

      @annie, terimakasih sudah berkomentar dan memberi nasihat supaya para amoy lainnya berpikir dulu sebelum memutuskan untuk dinikahi dengan dasar bukan cinta. untuk annie, semoga bisa melangkah dalam hidupnya dengan lebih baik lagi ke depannya. semoga juga bisa mudik dan bertemu keluarga sesekali.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s