Untung saya menyempatkan diri bertandang ke blog Jalur Lurus dan mendapati artikel berjudul Gerah Gara-gara Guru. Dari situ saya diingatkan bahwa hari ini adalah Hari Guru Nasional yang tepat jatuh pada tanggal 25 November 2007.
Tak hendak saya mengomentari carut-marut sistem pendidikan. Lebih baik mengucapkan selamat untuk para guru di tanah air. Mulai dari saya TK hingga lulus kuliah.
“Terima kasih para guru. Selamat Hari Guru. Semoga namamu selalu kami ingat, ilmu darimu kami amalkan selalu dan nasibmu membaik seiring dengan tuntutan jaman yang makin keras.”
Bagaimana dengan Anda? Apakah ada yang masih berminat menerima tantangan menjadi guru yang patut ditiru dan digugu? Semoga.
25 November 2007 pada 8:05 PM
Wahm terima kasih, pak, atas ucapan selamatnya, semoga mengilhami para guru untuk tetap memiliki komitmen sebagai pencerah peradaban sehingga siswa didiknya kelak *halah* menjadi pemimpin yang peduli terhadap nasib masyarakat dan bangsanya, tidak sekadar memburu kepentingannya sendiri.
Terima kasih juga atas ping baliknya, Pak.
OK, salam.
25 November 2007 pada 8:39 PM
Sama-sama, pak Guru Sawali.
26 November 2007 pada 2:41 PM
Gajinya dulu …
#Yeah, apakah ini indikator kekurang-keikhlasan …
Salam kenal pak …
26 November 2007 pada 6:29 PM
Aku setuju kalau tidak ada guru kita tidak ada hari ini ya kan ? Aku malah pernah menulis suatu artikel untuk sekolah anakku tentang ” Peranan Guru yang dikebiri Orang Tua murid ” kapan kapan aku muatin yah ?
Mudah mudahan ada gunanya
27 November 2007 pada 8:12 AM
Hari Guru,membuka hati kita antara harapan dan kenyataan.he…he….Harapannya kehidupan bangsa ini akan lebih baik melalui pendidikan ,tetapi perhatian lingkungan, masyarakat, pemerintahpun hingga saat ini masih jauh dari kenyataan,kita guru-guru baik guru negeri ataupun sperti kami guru Swasta mash jauh dari kata bahagia,kita tidak ubah bekerja pada para penjajah.
27 November 2007 pada 10:25 PM
@melly:
Guru dikebiri orang tua murid?? Itu banyak terjadi. Sebabnya orang tua sudah merasa membayar mahal masak anaknya ga dikasih nilai bagus (baca: dikatrol).
@ersontowi:
meskipun merasa ‘terjajah’ bukan berarti alasan agar para guru tak berbenah, kan?
27 Februari 2008 pada 3:00 PM
selamat hari guru, pak n ibu. Guru yang membantu aku dalam beberapa tugas yang mendukung siswa-siswi menjadi yang terbaik. guru engkaulah satu-satunya yang membuat aku menjadi semangat dan juga engkaulah yang membuat aku menjadi berubah yang dulunya aku malu dalam berpendapat menjadi yang berani