Tau Sar Piah Deli dan Bak Kwa

Siang ini rupanya saya cukup beruntung, seorang teman berbaik hati mengantar sekaligus mengajari saya bagaimana berwisata kuliner di Negeri Merlion. Dia memberitahu saya beberapa tempat populer untuk wisata kuliner. Termasuk untuk buah tangan saat saya pulang kampung ke Kota Gudeg.

Pertama, kami mampir ke Balestier untuk membeli Balestier Tau Sar Piah Deli dari toko yang memiliki nomor 631. Rasanya gurih dan renyah. Menurutnya, toko yang paling enak terletak di ujung jalan dekat persilangan jalan, sayang masih tutup. Deretan toko-toko yang jualan pia ini mengingatkan saya akan Jalan Mataram di Yogya yang menjadi pusat bakpia. Tentu dengan nomor-nomor tokonya.

Lalu perjalanan dilanjutkan ke kawasan Chinatown – Wikitravel untuk membeli Bak Kwa di toko Lim Chee Guan di People’s Park Complex. Katanya ‘daging manis’ ini lebih kenyal dan berasa dibandingkan Bak Kwa di toko-toko lain. Kami mencicip sedikit dan memang benar Bak Kwa di sini memang uenak tenan. Harganya terjangkau. Selain itu kemasannya bagus dan praktis karena menggunakan plastik vakum sehingga cocok untuk oleh-oleh. Ada pula cumi-cumi kering dalam bungkusan plastik.

Kami juga sempat menikmati semacam puding yang saya lupa namanya apa. Yang penting enak. Sekali lagi dia berujar bahwa ‘puding’ tersebut pas untuk yang panas dalam. Dia juga menunjuk TenRen’s Tea, sebagai tempat yang pas buat para pecinta teh seperti saya, di dekat Buddha Tooth Relic Temple yang kami kunjungi saat itu juga.

Menyenangkan sekaligus mengenyangkan berwisata kuliner di Balestier dan Chinatown. Sayangnya, sebagian penjaja makanan, warung atau restoran lebih lancar menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar. Yang memang saya tidak paham sama sekali. Sekali lagi, untung teman saya menjembatani keterbatasan berbahasa saat memesan atau menanyakan makanan. Maklum, biasanya saya memakai metode Tarzan yaitu tunjuk, bayar dan makan.

Kapan-kapan saya harus kembali menjelajahi daerah tersebut untuk memuaskan lidah dan melatih cita-rasa. Mungkin saat mengantar adik saya jalan-jalan saat dia bertandang ke Negeri Merlion bulan Februari mendatang atau bila ada teman yang kebetulan berwisata di negeri pulau ini. Ah, wisata lidah memang uenak tenan.

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

3 Responses to “Tau Sar Piah Deli dan Bak Kwa”

  1. munggur says :

    makasih ya Jaq2.

Trackbacks / Pingbacks

  1. Liburan di Yogya, Akhirnya… « munggur 2.0 - 19 Desember 2007

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: