Tahun Kabisat dan 29 Februari

Hari ini bisa dipastikan banyak orang yang ramai membicarakan tentang tanggal 29 Februari. Hari yang hanya diperingati tiap 4 tahun sekali.

Bahkan, sebuah surat kabar lokal di Negeri Merlion memberitakan bahwa beberapa pasangan melangsungkan pernikahan tepat hari ini. Mungkin supaya lebih spesial maklum momen ini tidak terjadi setiap tahun.

Tentu ada alasan mengapa tanggal 29 Februari menjadi hari yang tak biasa. Coba lihat penjelasannya di Tahun Kabisat dan Leap Year.

Pas (atau mungkin dipas-paskan) dengan momen sekali setiap empat tahun ini, ada film yang pemutaran perdananya dilangsungkan hari ini berjudul The Leap Years. Saat lihat resensinya, kok, jadi ingin lihat. Sepertinya film cinta. Menarik.

Entah apakah Anda merasa hari ini istimewa atau tidak, lebih tepat bila bersyukur bahwa masih dikaruniai kesempatan hidup di hari ini. Terlepas dari apakah ini tanggal unik di Tahun Kabisat atau tidak.

Jadi, apa yang harus saya ucapkan? Happy Leap Year! Ah, rasanya mengada-ada. Sungguh 29 Februari itu unik adanya…

Lama Tak Menyapa

Benar kata orang, saat sebuah relasi tak dirawat dengan baik bisa jadi menguap. Lalu, sebuah pertemanan, kekeluargaan atau pun perkenalan jadi renggang. Lama-lama hilang. Seandainya sebuah tanaman, perlu diberi air, pupuk dan sinar matahari. Bila tidak maka akan layu cepat atau lambat.

Merawat sebuah hubungan tak susah-susah amat. Menyapa pun sudah merupakan bagian dari menguatkan sebuah jalinan antar manusia. Bahkan, adanya kecanggihan telekomunikasi makin mempermudah bertegur-sapa.

Maka saya sempatkan malam ini untuk menyapa Anda dengan artikel ini. Saya sudah tak lagi rajin menulisi blog Munggur belakangan ini. Ada saja yang harus dikerjakan. Banyak juga pikiran yang mengendap di tempurung kepala.

Selain itu, tak lupa saya juga mengirim email dan meninggalkan pesan offline di messenger. Ada rasa rindu untuk berbagi cerita atau hanya mengobrol tentang banyak hal. Maklum, rupanya saat kita disibukkan 1001 aktivitas, sering kali kita alpa memperhatikan orang lain.

Bila terlalu alpa atau memang tak perhatian, mungkin ada orang yang berkata Anda. “Loe, ngapain tumben ngemail gue?” Pernahkah Anda menemukan teman atau keluarga yang menyapa Anda saat ada keperluan mendadak? Tercermin dari nada komunikasi yang rikuh, sungkan dan dibumbui basa-basi.

Oleh karena itu, bila Anda lupa menyapa orang-orang yang Anda kenal baik, inilah saat tepat untuk menyapa mereka. Tak susah. Hanya perlu menekan tombol di ponsel, email di komputer atau datangi rumah mereka. Sebelum sebuah hubungan diwarnai dengan basa-basi yang garing karena lama tak bersua.

Blogged with the Flock Browser

Piala Oscar 2008

Akhirnya keluar juga pengumuman siapa saja yang memenangi Piala Oscar untuk tahun 2008 ini. Coba lihat Pemenang Oscar dari Oscar.com dan Liputan Pemenang Oscar 2008.

Sebenarnya tak penting siapa yang menang. Yang lebih penting bagi saya adalah menonton film yang menghibur dan menarik. Tapi tak ada salahnya mengetahui mana film yang dianggap berkualitas oleh industri perfilman internasional. Semoga asosiasi perfilman di tanah air dapat belajar bagaimana menyelenggarakan suatu kompetisi dan apresiasi dengan baik. Dengan begitu tak hanya ribut melulu dan saling curiga dengan sistem penjurian sekaligus jurinya.

Menyoal Oscar, menarik untuk mengamati tingkah-polah para artis dan ulasan-ulasan film mereka. Bagaimanapun dunia film tak lepas dari kehidupan kita untuk menyajikan semacam imaji yang bisa menginspirasi, meningkatkan daya khayal, mengubah perspektif mau pun sekedar menghibur saat melepas penat.

Perihal kata ‘oscar’, kalau di tanah air memiliki banyak arti. Bisa jadi nama ikan, nama petinju, nama designer atau pun memang Piala Oscar.

Blogging Dengan Flock

Sudah lama saya tak memakai browser bernama Flock. Setahu saya, setahun yang lalu saya mencoba untuk pertama kalinya.

Dulu, saya terkesan dengan kemampuan perambah ini yang memberi kemudahan untuk mengakses konten multimedia melalui fitur-fiturnya. Sayang, koneksi internet di tanah air kurang mendukung untuk kegiatan internet yang melibatkan streaming multimedia.

Sekarang saya mencobanya lagi. Mengunduh, menginstal dan lalu mencoba fitur blogging yang sudah terintegrasi dengan WordPress. Kesan saya, perambah ini makin menawan dengan suguhan fitur yang makin beragam.

Saya mencoba versi Flock 1.1 Beta. Ada beberapa fitur yang cukup menarik. Salah satunya Webmail yang bisa menampilkan email yang masuk ke kotak surat.

Tak ada salahnya mencoba dan bermain-main dengan barang baru. Sebagai catatan, Flock memakai engine yang sama dengan Firefox.

Blogged with the Flock Browser

The Knot dan The Nets

Mungkin ada beberapa dari Anda melihat judul postingan ini dan langsung berasumsi tentang sejenis tali-menali ala Pramuka. Sah-sah saja. Namun, sebenarnya kita hendak berbicara tentang dua situs internet yang menyediakan informasi perihal kawin-mawin dan home sweet home. Yang terjemahan ngawur-nya yaitu Ikatan dan Sarang.

The Knot menampilkan seputar how to marry dan segala pernak-perniknya. Tentu disertai dengan tautan-tautan jualan dan iklan. Meski memang melayani pasar negeri Paman Sam tapi kandungan artikel di dalamnya menarik untuk dibaca-baca. Khususnya bagi yang memang ingin melangsungkan upacara pernikahan.

Sedangkan The Nets membeberkan artikel-artikel berguna untuk mereka yang baru saja atau sudah menikah. Mulai dari bagaimana mencari rumah yang enak dan nyaman ditinggali, tips menghadapi berbagai masalah dalam keluarga hingga menyoal bayi, aspek seksual dan mendekor rumah.

Kedua situs tersebut memang dimiliki oleh perusahaan yang sama. Idenya betul-betul brilian. Orang-orang yang mau menikah mengunjungi The Knot. Dan setelah menikah, mereka berkunjung pula ke The Nets. Jadilah, layanan informasi yang satu melengkapi situs yang lainnya. Pas. Sejenis service after service.

Makin maju kehidupan ternyata tak membuat perihal membangun biduk rumah tangga lebih mudah. Justru banyak yang bilang bahwa hal ini makin kompleks. Meskipun begitu, anemo orang untuk menikah juga tak meredup. Tetap saja banyak yang menikah. Oleh karena itu, situs-situs informatif di atas makin dicari orang.

Melihat dua situs di atas, membuat saya jadi ingin kawin. Eh, jadi ingin menikah maksudnya. Lebih tepatnya dua-duanya. Ah, lagi-lagi saya melantur. Omong-omong, siapa ya yang mau jadi pengantin untuk saya kawini? Eh, saya nikahi maksudnya. Yang pasti dua-duanya.

Renovasi Rumah

Pernahkah Anda mendengar pepatah ‘sedia payung sebelum hujan‘? Tentu sudah berkali-kali. Tapi lebih banyak orang yang memilih ‘kalau sakit gigi ya baru ke dokter gigi’. Bagaimana dengan Anda? Silakan pilih. Bukannya pilihan selalu ada di tangan Anda sendiri.

Begitu pula dengan rumah yang kita diami. Biasanya orang tersadar untuk melakukan perbaikan rumah saat hujan deras menerpa hingga air masuk dari atap bocor dan menggenang di lantai. Baru ngeh untuk membangun pagar dan keamanan rumah setelah kemalingan. Atau pun, terlambat menyadari bahwa lembabnya rumah membuat penghuninya sering jatuh sakit.

Oleh karena itu, renovasi rumah harus direncanakan. Daripada menyesal saat kerusakan sudah makin parah. Dan rumah bobrok membuat tak nyaman untuk ditinggali. Mahal? Ya, memang renovasi rumah itu tak murah. Tapi memang perlu karena bagaimana pun rumah itu salah satu kebutuhan hidup mendasar. Boleh dibilang sebagai sebuah ‘Papan’ untuk kehidupan yang mapan.

Renovasi juga tak sebatas memperbaiki. Bisa juga untuk mempercantik tampilan baik eksterior atau pun interior. Sebuah renovasi juga bisa mengubah atmosfer rumah. Apalagi kalau mengerti Feng Shui, rumah pun bisa dipermak agar makin mendatangkan hoki atau pun kesehatan.

Dan saya senang karena bulan ini akhirnya bisa merenovasi rumah. Prosesnya masih berjalan. Ya, rumah yang berlokasi di Munggur, di suatu tempat di Kota Gudeg. Nama lokasi yang sama dengan nama blog ini. Tabungan memang berkurang karena ternyata biaya renovasi tak bisa dibilang murah. Namun, tak mengapa. Toh, jumlahan biayanya memang pantas untuk mengusahakan sesuatu yang berharga. Yaitu, home sweet home.