Baru saja saya usai menonton sebuah film cinta di televisi. Saya temukan film cinta dari Hongkong itu secara tak sengaja. Mulai menontonnya pun dari tengah film sehingga saya tak tahu judul film itu. Tapi saya yakin benar bahwa saya pernah menonton film itu. Tapi karena bagus, saya tonton lagi.
Kembali saya ikut gembira kala mereka berdua mulai merajut benang cinta, geli sendiri saat ada kejadian lucu dan terharu biru saat ada adegan sedih yang mengiris hati. Terhanyut dalam rangkaian sang pemeran laki-laki dan si aktris perempuan tersebut memperjuangkan cinta mereka berdua. Lalu, akhir cerita mereka bahagia. Happy ending.
Menonton film cinta memang menyenangkan. Menambah wawasan tentang hubungan antar dua insan manusia, menyadari apa arti romantis dan realistis, membuat pikiran terbang melayang dan cukup memberi hiburan.
Hanya saja, film cinta dapat mengaburkan pandangan tentang kenyataan. Banyak faktor yang menjadi kendala dalam suatu relasi, ada tantangan yang harus dilewati dan tak selalu berakhir bahagia. Ada yang keranjingan film cinta tapi tak menghargai kehidupan cinta di alam nyata.
Well, sebagus-bagusnya fim cinta, lebih indah kenyataan yang terjadi di dunia nyata. Menjadi pelaku. Bukan hanya sebagai penonton. Mengalami. Dan bukan melihat ilusi.
Jadi, setelah film usai segeralah kembali ke alam nyata. Lalu, isi hidup dengan cinta. Saling mencintai. Tak seromantis film cinta, mungkin. Bahkan, kalau sakit bisa jadi lebih pahit. Tapi inilah realitas. Bukan dunia lain. Tapi dunia di mana kita benar-benar hidup dan mengada.
That movie is beautiful. Yet, the life is more beautiful than that!
8 Februari 2008 pada 4:15 AM
iya, betul
hidup ini gak selalu mirip dengan film
termasuk soal cinta
yg penting kita bisa pilih hikmah yg baik
ku juga barusan nulis tentang film jackie chan “new police story” & hikmahnya tentang keharmonisan ortu-anak
silakan baca
8 Februari 2008 pada 7:35 AM
filme memang terinspirasi dari kehidupan nyata, tapi kadang film membbuat sendiri sebuah kehidupan yang tidak ada di dunia nyata…..
biar sedikit terhibur…
jadi ya bener banget, setelah nonton filem, harus seperti bangun dari tidur… sadar lagi tempat kita berada sekarang
8 Februari 2008 pada 10:54 PM
film cinta terkadang membuat orang banyak terhanyut dan hati menjadi tidak bersemangat. makanya film itu jangan terlalu romantis banget, bikin film cinta yang bisa membuat perubahan. hayoooo.salam kenal
9 Februari 2008 pada 12:34 AM
@semua:
ayo, sama-sama lihat film! lalu diulas di blog masing-masing. kayaknya pada punya bakat jadi kritikus film. kalau saya mah cukup nonton aja…
11 Februari 2008 pada 4:17 PM
Munggur: “ayo, sama-sama lihat film! lalu diulas di blog masing-masing.”
Rere :” bener juga! hmm…” *telat* ^^;)