Ayat-Ayat Cinta

12 Maret 2008

Terus terang saya kurang memiliki minat menonton film Indonesia karena kadang kurang masuk akal dan dibuat-buat. Termasuk film Ayat-Ayat Cinta. Hanya saja saat banyak orang membicarakannya, saya pun jadi penasaran. Sungguh. Bagaimana sih ceritanya, setting-nya yang katanya kurang pas dan ada bumbu kontroversi di sana.

Ulasannya hanya saya baca dari 21Cineplex dan Ruang Film. Sepertinya biasa saja. Tapi mengapa film ini bisa menjadi berita heboh? Ini yang membuat saya ingin menontonnya kala saya mudik untuk libur Paskah. Penasaran.

Jadi alasan saya menonton film ini adalah untuk menjawab rasa penasaran itu. Bukan, bukan pada film itu sendiri. Jadi tak sabar untuk pulang ke Kota Gudeg lalu berkunjung di bioskop di Carrefour…

11 Tanggapan ke “Ayat-Ayat Cinta”

  1. Riski Kurniawan Berkata

    wah wah wah…
    sebenarnya bagusan novelnya kok
    lebih mengharukan.
    filemnya gak bisa menggambarkan keadaan yang sebenarnya, jadi klo mau lebih dapat “soul”nya baca novelnya aja mas :p

  2. deimages Berkata

    wah..ada baiknya menengok hasil karya anak negeri..
    btw selamat menengok rumah..
    semoga bisa bertemu, sekedar berbagi cerita,
    dan sedikit buah tangan dari manca…he..he :p
    atau berminat untuk nonton bersama?

  3. SegoKoecing Berkata

    Pasti bagus novelnya Mas…Imaginasi lebih kaya daripada produsernya yang terbatasi dana yang tersedia plus SDM perfilman kita juga masih sangat kurang. Anyway…bravo perfilman Indonesia!

  4. almascatie Berkata

    menarik ga bang?

  5. danalingga Berkata

    Kalo menurutku populer karena bawa-bawa agama bang.


  6. [...] dan menerbitkan postingan ini. banyak orang berpendapat tentang Ayat-Ayat Cinta ada,  ada yang kurang berminat,  ada yang mencatat  jumlah penonton dan pendapatan film AAC, ada yang beranggapan film ini [...]

  7. sic Berkata

    mendingan jangan nonton lah mas.. heheh.. tapi ya monggo lah:)

    film aneh nya gak karuan-padahal saya nonton belum baca bukunya-

    pas udah nonton baru baca buku dan teteeep…. gakbagus-bagus amat..hehe.. apes

    salam kenal…

  8. alhakim Berkata

    Kalau saya lebih suka dengan novelnya. Bnyak yang “melenceng” di filmnya. tapi, kalau mas munggur ingin lihat monggo aja :)

  9. NN Berkata

    Memang lebih bagus novelnya dibandingkan filmnya, tapi dari kesemuanya tergantung dari bagaimana orang menikmati filmnya saja…

    Salam TBMR
    http://www.thebestmoviereview.com

  10. datyo Berkata

    Maaf, saya kok nggak bisa mengatakan filem ini bagus ya…mungkin lebih tepat cukup..Tetapi memang mengatakn film ini bagus, cukup, atau jelek juga tergantung dari sudut mana ngambilnya. Kalau novelnya baru bisa dikatakan bagus.


  11. seandainya saya jadi pemeran fahri


Tinggalkan Balasan