Ada saja orang yang bilang bahwa tulisan, bentuk wajah, garis tangan, selera makan atau pun perilaku menjadi cerminan karakter seseorang. Terpantul dari bagaimana seseorang menjalani hidupnya.
Begitu pula kamar atau rumah Anda. Mencerminkan bagaimana Anda hidup sekarang ini. Bila kamar kacau balau, pasti kehidupan si empunya kamar tak jauh dari hal bernama berantakan. Sebaliknya, kamar yang rapi tentu memperlihatkan perencanaan dan disiplin dari yang tinggal di dalamnya.
Tentu dengan catatan, kamar yang didiami tersebut tidak rapi dan bersih karena ada pembantu yang siap sedia menata kamar setiap hari.
Bila kamar sudah mirip dengan kapal pecah, ada baiknya ditata-ulang. Barang yang tak berguna dimusnahkan. Sedangkan yang berserakan dirapikan sesuai dengan pengelompokkan barang-barang tersebut. Bila ada yang kurang, tambahi dengan pernak-pernik yang bermanfaat agar kamar menjadi lebih berwarna. Paling tidak, kamar rapi dan nyaman untuk didiami.
Begitu juga dengan kehidupan. Saat merasa banyak hal tertunda dan menyimpang dari rencana, ada hambatan di depan, ada hal-hal yang kurang berguna untuk dimiliki atau dilakukan atau pun merasa kurang nyaman dengan banyak hal; tata-ulang kehidupan tersebut.
Menata ulang kehidupan jelas tak semudah daripada menata kamar. Namun, bila menata kamar saja Anda sudah gagal atau malas, tentu menata kehidupan menjadi hal yang mustahil terjadi.
Sudahkah Anda menata kamar Anda? Bila sudah, tentu bisa diteruskan dengan kubikel di kantor, rumah atau mobil.
Barusan saya selesai menata kamar. Lebih nyaman untuk blogging dan berhibernasi.
17 Mei 2008 pada 6:46 PM
eits. kok menyinggung soal kamar dan kubikel ya. wah, jadi merasa harus berkomentar!!!!!
kang, rabu lalu, aku sudah membereskan kubikelku yang sangat berantakan. nyatanya ada bungkus saringan kopi yang masih nyelip di belakang monitor. juga, sobekan pembungkus hansaplast yang nyangkut di bawah keyboard. komentar ucrit, tetangga kubikel: “tumben bersih? abis deadline, kayaknya mau buru-buru pulang nih!” oops …
sesudahnya, kamis lalu, aku ganti beberes kamar. meminggirkan storage kain berwarna merah yang menjuntai panjang ke bawah. itu adalah wadah pembalut, kaos kaki dan tas-tas kecil. aku meringkas tas-tas dalam satu tas berukuran sedang dan kusesakkan disana semuanya. pembalut kubikinkan wadah baru. sementara tak ada kaos kaki lagi karena sudah kuangkut ke jogja. dan komentar temanku siang ini saat mereka mampir ke kamarku: “wah … kamarmu kok padhang?” ya olo …
humh.
sepertimu. di kubikel dan kamar, rasanya menjadi nyaman untuk blogging dan berhibernasi.
17 Mei 2008 pada 10:13 PM
selamat, jeng femi karena kau sudah menata kubikel dan kamarmu. ya, kubikel dan kamar memang nyaman untul blogging dan hibernasi…