Disiplin Menulis

21 Mei 2008

Seorang teman lama yang tinggal di ibukota mengomentari blog saya. Baru saja dia bertandang ke blog ini. Dia mengatakan bahwa ternyata saya cukup rajin menulisi halaman-halaman blog ini.

Memang. Saya akui. Tidak setiap hari saya blogging. Tapi paling tidak ada 4 atau 5 hari dalam seminggu saya secara reguler mengisi lembaran-lembaran kosong di blog ini. Disiplin? Lumayan.

Dipikir-pikir, seyogyanya saya bisa kembali menulis buku. Toh, tak terlalu banyak bedanya dengan blogging. mengisi paragraf demi paragraf. Bab demi bab. Menjadi buku yang siap dinikmati.

Hanya saja, rupanya sampai sekarang tak ada kemajuan dalam menulis buku. Tak sedisiplin seperti blogging. Rupanya ini tantangan. Ya, harusnya saya bisa. Mengapat tidak?

Rupa-rupanya, komentar teman saya tersebut membangkitkan semangat untuk menghasilkan buku berikutnya. Tunggu saja tanggal mainnya…

Tinggalkan Balasan