Pengaya

22 Mei 2008

Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar kata ‘pengaya’ tanpa konteks? Mungkin ada yang terpikir bahwa ‘pengaya’ berasal dari kata dasar ‘kaya’. Mungkin ada hal lain yang terlintas? Mari kita cermati bersama dari konteks yang berbeda dari beberapa kalimat berikut.

Toko roti kami memakai bahan pengaya tepun terigu supaya rasanya lebih enak dan gurih.

Disadari atau tidak, bahasa daerah menjadi pengaya bagi bahasa Indonesia.

Saya suka perambah Rubah Api karena terdapat banyak pilihan pengaya (add-on) yang membantu saya menjelajahi dunia maya.

Pihak Barat menuduh Iran menambah jumlah alat sentrifugal pengaya uranium dengan sengaja untuk keperluan militer.

Boleh dibilang, ‘pengaya’ memiliki arti ‘menambah kaya’. Melakukan sesuatu yang bersifat menambahi agar substansi tertentu memiliki kadar atau jumlahan yang lebih dari biasanya.

Tapi apakah masuk akal memakai kata ‘pengaya’ dalam kalimat ini?

Partai politik dan jabatan strategis dalam pemerintahan merupakan alat pengaya bagi oknum-oknum haus harta yang suka mendahulukan kepentingan pribadi dan foya-foya di tengah kesusahan rakyat banyak.

Tinggalkan Balasan