Blogwalking identik dengan komentar. Setelah kelar membaca lalu memberikan tanggapan atas postingan yang menggelitik benak. Komentar bisa beragam bentuknya. Bahkan banyak juga yang one liner. Disertai dengan ucapan standar semacam ’salam kenal’, ‘pertamax’ atau pun pernyataan pro dan kontra.
Hanya saja, sebagai pengguna WordPress, saya pribadi lebih sering meninggalkan jejak komentar di sesama blogger yang berada di blogosfer WordPress, terutama yang WordPress.com. Soalnya, tak perlu repot mengetikkan nama, alamat email dan alamat blog sebelum berkomentar. Praktis.
Berbeda bila sedang bertandang ke blog yang memakai layanan Blogger.com. Tak pernah lagi saya memberikan jejak komentar. Mempersulit para pembaca untuk berkomentar. Dengan begitu, tak ada jejak setelah kelar membaca artikel di blog-blog tersebut.
Itulah diskriminasi yang terjadi saat saya blogwalking. Penyebabnya adalah mudah atau tidaknya berkomentar. Bagaimana dengan Anda, apakah ada semacam keengganan untuk menyumbang komentar pada blog yang kurang user-friendly?
7 Juli 2008 pada 6:20 AM
saya perhatikan dari dulu blog ini bagus, aktif pula posting, tapi kok sepi komentar ya…
7 Juli 2008 pada 10:15 AM
terima kasih, nita untuk perhatiannya dan opininya.
eniwei, blog yang bagus memang tak selalu mengundang para pembaca untuk berkomentar.
justru blog yang postingannya memang vulgar, kontras secara ekstrim atau memang berhubungan dengan hal-hal yang kontroversial yang memang menggelitik banyak pembaca untuk memberikan komentar.
terus terang saya bukan penyuka postingan yang kontroversial yang biasanya menyangkut urusan agama, moral atau pun hal yang ramai dibicarakan orang (mainstream topic).
banyaknya orang yang berkomentar juga bukan hal yang memuaskan. justru menulis itu sendiri yang membuat saya pribadi senang. ditanggapi atau tidak, itu lain soal.
toh, selain itu, komentar juga tak selalu bermutu. banyak bila hanya berisi hal tak berguna juga tak ada gunanya.
sekali lagi, terima kasih nita untuk atensinya. komentar seperti ini yang menurut saya bermanfaat. menjadi cermin interaksi pembaca dan penulis.