Terkadang kita melihat orang buta yang berjalan memakai tongkat, dituntun anjing kesayangan mereka atau digandeng anggota keluarganya. Banyak yang menjadi peminta-minta di jalanan, memanfaatkan kecacatan mereka untuk mengais rejeki. Namun, beberapa bisa mengembangkan talenta dan dikagumi orang karena kemampuannya yang melebihi orang yang bermata normal.
Menjadi tuna netra memang sungguh menyakitkan. Tak ada warna, bentuk dan tekstur kehidupan yang dapat dinikmati sepasang organ kompleks yang katanya menjadi jendela hati itu. Ada ketakutan bila tak bila melihat lagi.
Lalu, bagaimana bila secara masal, banyak orang menjadi buta secara bersamaan? Itulah yang digambarkan oleh film berjudul Blindness yang dibintangi oleh Julianne Moore; artis yang kerap bermain di film thriller dan misteri. Tentu kepanikan akan melanda dunia. Coba saja lihat trailer Blindness.
Jadi bisa ditemui banyak adegan ‘orang buta menuntun orang buta’. Dalam situasi yang serba tak pasti karena tak ada yang mampu membimbing mereka keluar dari masalah. Apalagi setabah apa pun seseorang, pastilah akal sehatnya terguncang kala menyadari tak bila melihat lagi.
Saya hanya menonton trailer-nya, belum filmnya. Dan film ini, menurut saya pribadi, layak untuk ditonton. Maklum, berangkat dari apa yang saya lihat dari sekitar saya, makin banyak orang yang kemampuan matanya menurun drastis. Entah karena penyakit, kebiasaan buruk seperti menonton tv dan game, kecelakaan atau pun salah perawatan.
Mata tak hanya sekedar untuk melihat. Mata juga menjadi jendela hati dan wawasan dunia. Seyogyanya dijaga dan dirawat sebaik-baiknya.