Petrus yang ini bukan nama santo. Namun, kependekan dari ‘penembakan misterius’. Peristiwa yang terjadi antara tahun 1981 hingga 1983 dengan tujuan mengurangi tingkat kejahatan secara drastis. Tentu saya sudah lahir saat itu tetapi terlalu kecil untuk bisa mengingatnya.
Peristiwa ini mengemuka kembali saat Komnas HAM berniat menyelidiki kembali kasus yang menghebohkan kala itu. Kompas menuliskan laporan singkat berjudul Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa Petrus 1983.
Bila Anda merasa tak pernah mendengar peristiwa Petrus ini, cobalah tanya orang-orang yang sekarang pasti sudah setengah baya atau pun yang lebih tua. Pasti sebagian dari mereka masih ingat bagaimana nasib para preman yang dibantai secara tiba-tiba dan saat diketahui sudah menjadi bangkai di jalanan.
Yang menjadi pertanyaan, apakah cara seperti penembakan misterius seperti ini dapat dipertanggungjawabkan secara moral; terlepas dari efektivitasnya. Manjur. Hanya saja pasti sebagian dari Anda merasa bahwa cara seperti ini kurang manusiawi. Apalagi ada kemungkinan yang menjadi target penembakan belum tentu bersalah. Salah tembak, bisa jadi, kan?
Tags: petrus