Anjuran Makan Tikus

Artikel bertajuk Warga ‘dianjurkan makan tikus’ membuat saya geleng-geleng kepala. Sadis dan tak berperikemanusiaan. Akibat kemiskinan yang mendera India membuat salah satu menterinya merekomendasikan tikus sebagai santapan warganya.

Tentu ada alasan mengapa hingga sekarang hanya sedikit orang yang bisa mengudap binatang yang kerap diidentikan dengan penyakit pes dan sumber penyakit lainnya itu. Wajar karena binatang yang kelihatan lucu di Disney World dan film Ratatouille itu memang tinggal di tempat-tempat yang kotor. Tentu saja rentan dengan berbagai macam bakteri dan virus.

Bila tikus memang bisa disantap seaman ayam atau sapi, tentu saja sudah dari dulu-dulu banyak yang menggemarinya. Tapi fakta membuktikan bahwa tikus tak layak disantap, baik dari tinjauan higienis, agamis atau pun kebiasaan kuliner.

Seharusnya pejabat pemerintahan memikirkan solusi mengentaskan kemiskinan warganya. Bukan malah menyuruh mereka memakan sajian tak layak untuk mengganjal perut. Tapi kasus seperti ini juga terjadi di tanah air.

Masih ingatkah Anda seruan pemerintah agar penduduk makan nasi aking atau ketela? Tentu berbeda dengan tempe yang harganya merangkak naik karena kenaikan harga kedelai. Saya hanya bisa mengelus dada menanggapai perihal pemerintah yang tega merekomendasikan warga miskin, yang dianggap sebagai warga nomor dua, untuk melahap makanan yang tak layak disantap. Kejam…

Tags:

About these ads

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

  1. benar juga tuh mas.. beslit itu kayaknya ga pantas untuk rakyat. Lagian tikuskan pembawa virus penyakit,, itu artinya pemerintah suruh kita bunuh diri..
    btw di kita juga kayaknya begitu.. pemerintah ga pernah kasih solusi yg baik… salam :) :)

  2. daging tikus memang tak pantas untuk siapa pun. kecuali kucing dan ular. lho, masak ga tahu ya kalau rakyat memang sering disuruh bunuh diri: tawuran pelajar dibiarkan, narkotika tak ditindaklanjuti, penyakit menular tidak dibasmi sungguh-sungguh, banjir dan bencana diabaikan…

    bahkan, kalau perlu diperas hingga titik darah terakhir seperti nasib TKW dan TKI yang merantau di luar negeri…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: