Pemilu, Pemilih dan yang Terpilih
Pemilu masih akan dilaksanakan tahun depan, 2009. Namun, rasanya sudah disemarakkan dengan berbagai safari, reorganisasi, konsolidasi atau sosialisasi. Apapun sebutannya, boleh disebut kampanye diam-diam. Kalau terang-terangan tentu bisa ditindak bila ada yang berani.
Tak menjadi soal bila gerak-gerik menyambut pemilu dilakukan jauh-jauh hari. Sudah lazim. Semua memakluminya. Tapi ada hal yang krusial yang selalu saja terlewat. Yaitu kebijakan dan program apa saja yang ingin direncanakan dan diwujudkan dengan sungguh-sungguh. Bukan melulu mendapatkan kekuasaan. Namun apa yang hasil positif yang bisa dicapai saat mereka menjadi wakil rakyat.
Ada sebuah kutipan menarik yang dikatakan oleh George Will. Voters don’t decide issues, they decide who will decide issues.
Benar adanya bahwa bukan pemilih yang akan mengeluarkan semua kebijakan yang menyangkut harkat hidup orang banyak senegara. Tapi mereka yang terpilih. Jadi, pikirkan dengan matang-matang sebelum memberikan suara Anda dengan mencoblos kartu suara.
Memilih bisa jadi merupakan hal yang tak mudah dilakukan. Makanya, pilah-pilih tak boleh asal-asalan.
GOLPUT ah…hehehhe
golput: memilih untuk tidak memilih. bijaksanakah?
sebaiknya menggunakan hak pilih karena dengan itu berarti kita sudah berbuat baik dengan membantu orang lain.