Internet dan Jalan-jalan

Internet merupakan salah satu sumber informasi jalan-jalan. Peta, tempat-tempat wisata, ulasan dan pesan hotel, diskon oleh-oleh, tips perjalanan dan info cuaca dapat diulik dari laptop yang dibawa atau komputer yang tersedia di warung internet. Internet boleh jadi membuat jalan-jalan makin mudah.

Oleh karena itu, tak ada salahnya bila Anda mencari hotel atau tempat menginap yang menyediakan akses internet. Baik wireless maupun yang menggunakan kabel. Tergantung kebutuhan.

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Saat memakai laptop untuk mengakses internet, cermati keamanan wireless connection yang tersedia. Sedangkan untuk pengguna warung internet, perlu log out/sign out dengan sempurna dan tak meninggalkan jejak informasi. Terlebih bila menggunakan internet untuk memesan hotel yang melibatkan informasi kartu kredit dan email.

Untuk saya sendiri, saya memilih menginap di Casa Madrona, Sausalito dan Broadway Manor Inn, San Francisco karena kedua hotel ini menawarkan layanan internet nirkabel gratis. Hanya saja, ternyata hotel yang kedua tak memiliki koneksi yang baik. Alhasil, saya mencantol internet dari Academy of Art University, SF yang letaknya di seberang hotel yang saya tempati.

Meskipun internet membantu perjalanan, akan lebih baik bila memungkinkan untuk menggunakan internet seminimal mungkin. Manfaatkan waktu yang ada untuk menikmati perjalanan. Untuk yang hobi ngeblog, ya bolehlah menulis blog on the spot. Namanya juga blogger. Iya, kan?

Tags: , ,

Cuaca dan Jalan-jalan

Suka atau tidak suka, ada banyak tempat dan atraksi wisata yang bisa dijangkau bila cuaca mengijinkan. Terlebih bila obyek wisata tersebut berada di wilayah yang rentan dengan gangguan cuaca.

Wilayah yang cuacanya susah diprediksi adalah kota San Francisco. Subuh ini saya sudah bangun untuk mempersiapkan diri terbang dengan balon udara melintasi Napa Valley. Sayangnya, saat saya menghubungi Napa Valley Aloft, Inc., mereka memberitahukan bahwa penerbangan ditunda karena pagi ini berkabut. Alasan keamanan yang memang mutlak ditaati untuk menghindarkan penumpang dari kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas.

Dan perjalanan tersebut ditunda. Ditawarkan untuk menumpang balon udara besok pagi. Jadi, hari ini rencana berubah. Plan B, shopping. Bukan, bukan untuk saya sendiri. Justru belanjaan datang dari teman, keluarga dan gadis baik hati yang titip barang. Untuk saya sendiri, justru ingin memanfaatkan hari ini untuk menulisi kartu pos dan mengirimkannya ke sanak saudara, handai taulan dan tentu saja seseorang yang ada di hati dan di Negeri Merlion.

Cuaca memang mempengaruhi rencana jalan-jalan. Namun, bukan berarti I cannot make my day. Masih banyak tempat yang harus dijelajahi. Yang pasti, saya juga belum puas menikmati perjalanan dengan Cable Car dan mencecap secangkir coklat hangat di Ghirardelli. Dua-duanya tak cukup untuk dinikmati sekali saja. Sama-sama menjadi alasan saya mengunjungi SF untuk kedua kalinya.

San Francisco, 28 Oktober 2008

Tags: , , , ,

Rencana Jalan-jalan

Sudah jamak bila aktivitas jalan-jalan dibatasi oleh ketebalan dompet, panjangnya waktu yang dimiliki serta beberapa faktor yang kadang bisa diprediksi maupun yang tak bisa diduga sebelumnya. Tanpa rencana yang matang, boleh jadi pelancong hanya membuang-buang waktu dan mendapatkan pengalaman yang tak maksimal.

Tentu saja, ada pelancong yang lebih menyukai planning on the spot. Cara seperti ini sesuai untuk mereka yang memiliki navigasi yang baik, jam terbang tinggi dan kemampuan menyerap informasi secara cepat. Untuk yang lebih ekstrim, bolehlah memilih no planning at all.

Sedangkan untuk yang masih pemula dan kurang ngeh dengan tempat wisata yang dituju, lebih bijak bila memilih guided tour. Dipandu oleh orang yang berpengalaman. Biasanya didapatkan dari paket wisata dalam grup. MEmang tak bebas tapi lebih baik daripada tersesat. Rute sudah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik, tak perlu lagi membawa peta atau repot menentukan transportasi.

Untuk saya pribadi, yang masih belum berpengalaman perihal melancong, membuat rencana jalan-jalan cukup makan waktu. Namun, hal tersebut diperlukan agar jalan-jalan menjadi efisien. Hanya saja, rencana perjalanan saya buat fleksibel. Ada beberapa obyek atau atraksi wisata yang planning on the spot karena informasinya baru saya terima belakangan di tempat tujuan wisata.

Membuat rencana perjalanan memang kadang melelahkan. Hanya saja, boleh jadi, dengan rencana yang matang, jalan-jalan menjadi lebih menarik. No hassle anymore at walking-walking time.

San Francisco, 28 Oktober 2008

Tags: ,

CityPass untuk Jalan-jalan di SF

San Francisco merupakan kota yang memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Areanya cukup luas dan naik turun menuruti konturnya yang berbukit-bukit. Oleh karena itu, transportasi umum sangat diperlukan untuk menghemat tenaga dari titik yang satu ke titik yang lain.

Patut diacungi jempol karena SF, akronim dari San Francisco, memiliki beberapa moda transportasi yang mudah dijangkau meski bagi yang pertama kali berkunjung tentu memerlukan waktu untuk mempelajari sistem transportasinya dari peta wisata atau buku perjalanan.

Ada Muni, sebutan untuk San Francisco Municipal Railway, yang terdiri dari bis, trolleybus, Cable Car, Street Car. Muni bisa dibayar dengan uang pas, tiket harian atau pun tiket yang berlaku beberapa hari.

Hanya saja, lebih ekonomis bila menggunakan Muni sebagai transportasi publik dengan CityPass. Harganya USD 59 dan berlaku tujuh hari. Dengan menunjukkan CityPass, naik Muni gratis kapan pun dan dari arah mana pun, tentu dalam tempo 7 hari sejak digunakan.

Dan CityPass dapat digunakan untuk mengunjungi dengan tanpa bayar tempat-tempat wisata tertentu dan kesempatan satu kali menyeberang dengan ferry dari Sausalito ke San Francisco. Jadi, kalau ada Anda berkunjung ke kota yang indah tersebut, jangan lupa mengantongi CityPass supaya jalan-jalan bisa nyaman dan irit, tanpa kaki yang sakit karena kebanyakan jalan naik turun jalanan SF yang bergelombang.

Tags: , , , , ,

Jalan-jalan dan Baterai Kamera

Acap kali orang lupa memeriksa kondisi baterai kamera kala berjalan-jalan. Baru menyadari baterai habis kala sudah berada di jalan dan menemui pemandangan indah atau momen yang berkesan. Sesal didapat karena peristiwa yang berkesan tak dapat diabadikan.

Padahal mengisi baterai merupakan hal yang mudah. Tentu saja, jangan lupa membawa universal adaptor kala melakukan perjalanan ke luar negeri.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah membawa baterai cadangan. Pastikan baterai kedua atau berikutnya sudah terisi penuh. Dengan begitu, kamera tetap bisa bekerja dengan baik menangkap berbagai obyek yang hendak diabadikan.

Jadi jangan lupa, isi baterai agar tak ada tulisan recharge your battery saat menemui obyek menarik di hadapan mata. Lagipula, tak selamanya momen tertentu dapat diulang di kemudian hari. Betul, kan? Omong-omong, sudah pernah kehabisan baterai kamera saat ada momen yang patut diabadikan? Semoga tidak.

Tags: ,

Terbang Melintasi Golden Gate

Satu impian tercapai dalam hidup saya. Menerbangi angkasa dengan helikopter. Hanya saja siang ini, kenyataan lebih indah dari yang saya impikan sebelumnya.

Sekitar pukul lima sore waktu San Francisco, bersama 5 orang lainnya, saya terbang di dalam helikopter milik San Francisco Helicopters. Biayanya USD 195 untuk sekali terbang dengan durasi 30 menit. Tak murah, tapi sekali dalam hidup tentu masih masuk akal. Minimal bisa membilang ke anak cucu ‘once in my life‘.

Ada debaran jantung kala helikopter mulai menanjak ke langit. Tak begitu jauh dari tanah. Tapi juga tak bisa dibilang rendah. Rasa tambah membuncah kala melintasi dari bawah Golden Gate. Adrenalin mengalir saat helikopter menukik. Ada rasa sangat khawatir bila rotor horizontalnya menyentuh palang-palang besi jembatan yang menghubungkan San Francisco dengan Sausalito.

Dan saya rasa saya cukup beruntung mendapatkan kursi depan, tepat di samping pilot yang mengendalikan helikopter dengan baik sembari menerangkan lokasi-lokasi yang terhampar di bawah kami. Setengah jam pun berlalu dan kami didaratkan di suatu tempat di seputaran SFO. Kemudian diantar kembali dengan van menuju daerah Embarcadero.

Terbang dengan helikopter sungguh pengalaman yang unik sekaligus mendebarkan. Apalagi bila terbang di atas langit San Francisco yang benar-benar indah.

San Francisco, 27 Oktober 2008

Tags: , , , , ,

Jalan-jalan dan Jalan Pulang

Jalan-jalan merupakan aktivitas yang menyenangkan. Saking asyiknya bisa lupa waktu. Padahal mengatur estimasi waktu merupakan hal yang signifikan agar jalan-jalan terhindar dari masalah. Selain itu, pastikan tahu bagaimana cara pulangnya, terutama bila di tempat yang sama sekali asing.

Dan siang tadi saya melupakan dua hal di atas. Dari Casa Madrona, tempat saya menginap semalam, saya berjalan menyusuri jalanan di Sausalito. Terpana dengan rumah-rumah di atas bukit dan penasaran dengan Bay Area Discovery Museum, saya pun melangkahkan kaki ke sana. Ternyata rasa penasaran terus muncul hingga akhirnya tak terasa saya pun sampai di bawah kaki Golden Gate.

Lalu, terasa kaki sudah capai. Pulangnya? Saya pun mendapati bahwa di daerah itu memang jauh dari transportasi publik. Lebih buruk lagi, jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Padahal saya harus mengambil koper dan tas di hotel dan segera naik ferry menyeberang ke San Franscisco. Celakanya kabut pun sudah mulai turun.

Untung, saya mendapati Cavallopoint, hotel yang berada dekat Golden Gate. Ada satu shuttle bus terakhir yang menuju dermaga, dekat hotel Casa Madrona, yang berangkat jam lima sore. Dan saya sampai di hotel dengan selamat dan tepat waktu. Wuih…

Jadi, sangat penting untuk mengetahui estimasi waktu dan jalan pulang saat jalan-jalan. Bila tak ingin tersesat di jalan.

Sausalito, 26 Oktober 2008

Tags:

Berkemas dan Menuju Sausalito

Sudah saatnya bertolak dari Santa Clara ke Sausalito. Waktu untuk memulai jalan-jalan.

Semua barang sudah dikemas dengan rapi masuk ke kopor dan tas. Jadi besok cukup bangun pagi, minum teh hangat,  memakan jeruk, mengembalikan kunci kamar ke resepsionis dan menuju ke publik transport.

Sekarang tinggal menentukan ke mana saja saya ingin berjalan-jalan sembari menonton ulang Minority Report sesekali. Setelah itu tidur untuk mengembalikan enerji.

Saat menengok pengukur waktu, ternyata sudah pukul satu pagi. Tak sabar menunggu esok hari…

Tags: ,

Wedang Jahe Wangi Hangat

Suhu udara di Santa Clara, California memang dingin. Dan celakanya saya terbangun pagi-pagi benar. Sekitar jam 4 subuh kala itu. Maklum, tubuh saya sudah terbiasa untuk berjalan dari kantor ke rumah pada jam yang sama di Negeri Merlion. Jetlag? Entahlah.

Yang pasti, segera saja saya membuka bungkusan berisi beberapa sachet Jahe Wangi bubuk yang saya dapat dari Yogyakarta. Cukup mendidihkan air dan voila, saya menikmati hangatnya wedang Jahe Wangi di dinginnya pagi.

Jahe Wangi memang jos! Wajib dibawa kemana-mana.

Tags:

Sudah Sampai di San Francisco

Ya, saya sudah tiba dengan selamat di San Francisco. Lega meski harus menunggu beberapa menit lagi untuk rehat di kamar hotel. Tak mengapa. Beberapa menit masih belum ada apa-apanya dibanding dengan perjalanan lebih dari sepuluh jam dengan United Airlines.

Hari ini memang akan dilewatkan dengan beristirahat. Mengembalikan tenaga yang terkuras habis di perjalanan dari CHA (Changi) ke SFO (San Francisco) melalui NAA (Narita). Dengan begitu, badan segar bugar hari-hari berikutnya. Terhindar dari penyakit dengan lebih baik lagi.

Sudah mulai mengantuk. Baiknya memang menuntaskan terlebih dulu rasa capai sebelum beraktivitas. Sudah rindu dengan bantal dan kasur.