Menurut Wikispecies mengenai Homo sapiens sapiens.
Cladus: Eukaryota
Supergroup: Opisthokonta
Regnum: Animalia
Subregnum: Eumetazoa
Cladus: Bilateria
Cladus: Deuterostomia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Infraphylum: Gnathostomata
Superclassis: Tetrapoda
Classis: Mammalia
Subclassis: Theria
Infraclassis: Placentalia
Ordo: Primates
Subordo: Haplorrhini
Infraordo: Simiiformes
Parvordo: Catarrhini
Superfamilia: Hominoidea
Familia: Hominidae
Subfamilia: Homininae
Tribus: Hominini
Subtribus: Hominina
Genus: Homo
Species: Homo sapiens
Subspecies: Homo sapiens sapiens
Seperti itulah manusia menurut pengkategorian dalam Taksonomi Linnaeus. Dan tentu tak satu pun dari kita, yang mengganggap dirinya sebagai manusia, yang mau dikategorikan sebagai binatang. Bahkan, merasa ada perbedaan dengan Monyet, Kera atau Simpanse sekalipun.
Namun, mengapa masih ada pembantaian, pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan di masyarakat manusia sehingga “manusia yang baik” mengutuk “manusia yang jahat” sebagai binatang. Bukannya sering kita dengar caci-maki dengan nama binatang seperti babi dan anjing. Pun menganalogikan sifat manusia dengan ular atau buaya.
Padahal hewan-hewan tersebut memakan mangsanya untuk sekedar mengisi perutnya atau membunuh binatang lain bila diperlukan untuk mempertahankan diri mereka. Terlebih, ada anjing yang lebih ramah daripada manusia. Merpati yang tak pernah ingkar janji. Kucing yang imut. Juga pasangan Angsa yang setia sampai mati.
Ya, saya mengaku mungkin sedikit melantur kala menuliskan postingan ini sembari minum Kopi Luwak…
ada ga’ anda punya pengetahuan tentang takson pada hewan monyet?????
perasaan d_winGkipedia deCH
mana kLasifikasix mnusia