Masihkah Indonesia memiliki BUMN?

BUMN, Badan Usaha Milik Negara. Begitu besarnya badan usaha milik negara sehingga eksistensinya sangat penting bagi kesejahteraan warga negara. Ada pertanyaan sederhana mengusik benak, berapa banyak sih BUMN yang masih kita miliki? Mungkin lebih tepatnya, berapa banyak BUMN yang masih dimiliki NKRI secara penuh? Coba jawab bila Anda tahu jawabnya.

Ibu Mega mengemukakan wacana ‘menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi’. Salut dan setuju dengan premis tersebut. Cuma, setelah Ibu Mega melego sekian banyak BUMN sewaktu menjadi presiden, apakah masih ada BUMN yang tersisa yang mumpuni menjadi lokomotif?

Secara fisik semua BUMN berdiri tegak di ranah Bumi Pertiwi. Namun, bukan berarti negara kita memiliki secara penuh BUMN-BUMN tersebut. Banyak yang pendapatan dan keuntungannya dibagi secara tak proporsional dengan pihak asing. Limbahnya dan ekses negatif industrinya, tentu dinikmati rakyat bersama-sama.

Mungkin perlu dijelaskan, ‘kedaulatan ekonomi’ siapa? Negara tetangga? Gabungan negara-negara maju dan industrial dari Barat? Hebat, ingin menggerakkan gerbong ekonomi tanpa lokomotif? Hal tersebut cuma mungkin terjadi dalam ranah ‘dunia lain’ seperti Kereta Hantu Manggarai. Sungguh mengerikan.

Disclaimer: tulisan ini muncul karena sebatas heran, tak ada maksud menyerang atau pun memihak capres tertentu.

Menyoal Membuka Jutaan Hektar Lahan

Barusan saya melihat salah satu visi Ibu Mega. Mencetak 2 juta hektar lahan baru sekaligus membuka 4 juta hektar lahan aren. Namun, di nomor visi yang kesekian terdapat rencana penghijauan kembali 59 hektar lahan yang rusak. Kontradiksi?

Membuka lahan baru merupakan hal yang tak mudah. Juga tak segampang itu mereboisasi lahan rusak. Namun, semua upaya tersebut masih mungkin terjadi. Hanya saja, saya hanya saja geleng-geleng kepala dengan luasan jutaan hektar. Ukurannya benar-benar mega. Fantastis.

Masih ingatkah Anda dengan proyek sawah satu juta hektar di Tanah Borneo? Hayo, berapa banyak hasil panennya hingga hari ini? Sejahterakah warga sekitarnya? Sulit untuk memaklumi kegagalan mengubah hutan menjadi area persawahan yang berakhir menjadi padang-ilalang.

Tiba-tiba saya masih teringat kisah hancurnya Bangsa Maya berabad-abad silam. Kebudayaan tertinggi pada masanya jatuh karena pembukaan lahan secara besar-besaran. Bumi pertiwi tak sanggup menyembuhkan dirinya karena ditanami secara masal. Lalu, panen pun gagal, masyarakatnya mati kelaparan atau terpaksa mengungsi ke tempat lain. Secara green revolution yang bergema di seluruh penjuru dunia, jelas-jelas visi lahan berukuran mega menurut pemikiran Ibu Mega hanya akan merusak lingkungan.

Disclaimer: tulisan ini netral ditulis karena keheranan semata, tak ada maksud menyerang atau pun memihak capres.

Menyoal Tidur

Terlalu banyak yang mengeluh tak bisa tidur kepada saya. Kecanduan internet. Insomnia. Kerja hingga larut malam. Tak bisa tidur karena selalu banyak pikiran. Dan masih ada belasan alasan klise yang membuat manusia susah tidur.

Terlintas dibenak untuk membuat buku atau blog panduan ‘bagaimana agar bisa tidur nyenyak’. Tentu berguna untuk mereka-mereka yang tidak bisa menikmati aktivitas tidur.

Hanya saja sedikit ironi. Saya sendiri masih ngeblog sekarang ini saat jam menunjukkan tepat jam 2 pagi. Jadi, saya juga tak gampang tidur…

Hmm… Omong-omong adakah cara agar tidur menjadi nyenyak? Ada ide?

Latah Michael Jackson

Rasanya wajar bila banyak orang merasa kehilangan dengan Jacko, panggilan tenar Michael Jackson. Maklum, lagu-lagunya mewarnai industri musik yang tentu menghiasi kehidupan banyak pendengarnya.

Hanya saja menjadi agak muak saat mendengar terlalu banyak pembahasan tentang kematiannya sekaligus pembahasan seputar hidupnya. Terlebih banyak tempat publik memutar lagu-lagunya berulangkali. Itu pun beum dihitung berapa banyak media massa, baik elektronik maupun konvensional yang tak habis-habisnya mengorek lika-liku hidup dan matinya Sang Raja Pop.

Ikhlaskan saja kepergiannya. Toh, sehebat apa pun, dia juga manusia. Ada baiknya biarkan pergi dengan tenang. Tak perlu latah membahasnya lagi dan lagi. Apa? Ngeblog tentang Michael Jackson? Ikut-ikutan blogger yang lain? Masih banyak topik kehidupan yang lebih menarik dan penting untuk dituangkan di blog.

Tak seyogyanya latah dengan topik panas yang sedang panas dibicarakan. Mari, ngeblog saja dengan pemikiran orisinil yang lebih memuaskan hasrat dan pikiran kreatif. Kehidupan Anda bisa jadi lebih menarik untuk diulik karena tiap pribadi pastilah unik. Jangan hanya pribadi yang dianggap populer oleh mainstream media.

Mencari Keringat

Sungguh tumpukan lemak di pinggang rupanya sudah mulai mengganggu. Membuat celana tak pas di seputaran lingkar perut. Ada kesulitan minor saat memakai kaos kaki dan mengikatkan tali sepatu. Baju pun mulai terenggang di luar batas normal. Sesak meski tak sesesak rasa di hati kala ada yang memprotes pinggang yang tak lagi nyaman dipeluk.

Jadi saya putuskan untuk mencari keringat. Bukan keringat orang lain. Justru yang saya dambakan adalah cucuran cairan tubuh yang asam tersebut dari tubuh saya. Membakar lemak. Tentu juga sambil berharap badan menjadi lebih sehat. Olahraga solusinya.

Kamar yang agak panas dan dirasa kurang nyaman justru saya sukai sekarang ini. Senam ringan di tempat yang tak sejuk rupanya mirip dengan sauna. Hawa panas memacu keluarnya keringat. Makin banyak, tak apa-apa asal lemak terbakar lebih banyak.

Tentu saja tak sekali olahraga lalu tujuan tercapai. Hari ini hari pertama. Semoga besok-besok, acara cari keringat seperti ini menjadi kebiasaan. Dengan begitu, lemak berkurang banyak. Segala keluhan di atas menjadi sirna.

Mari, cari keringat sama-sama…

Meja Kerja Anda Berantakan?

Coba tengok kubikel Anda? Rapi atau berantakan? Bukan, bukan berarti kita berasumsi bahwa meja yang berantakan menandakan Anda orang yang malas. Justru sebaliknya, kerja bukan kerasnya hingga tak sempat membereskan tumpukan berserakan yang di atas sekaligus di bawah meja tersebut.

Hanya saja, patut dicermati. Bilamana tak menyempatkan diri untuk mengurus yang berantakan berarti Anda sudah pasti kekurangan waktu. Lalu? Boleh dikata meja saja berantakan, bagaimana pula segi kehidupan di luar meja kerja Anda? Lebih tak terurus. Mendapat porsi lebih sedikit dari 24 jam yang kita miliki setiap harinya.

Ah, rasa-rasanya tepat bila memelintir perkataan bijak, "meja kerja mencerminkan kehidupaan pemakainya". Setara dengan terminologi WYSIWYG – what you see is what you get. Meja berantakan? Tatanan hidup serta-merta juga tak jauh gambarannya dari kondisi di meja tersebut. Berserakan. Tercecer di mana-mana. Tumpukan yang menggunung yang memperlihatkan berapa kali lembaran-lembaran tersebut ditunda untuk dibereskan.

Saya pun juga melihat meja yang berantakan di kubikel saya. Tak nikmat dipandang. Namun, sedikit demi sedikit saya beresi. Sama seperti menuntaskan beberapa hal dalam hidup yang tertunda. Toh, cepat atau lambat, yang ditumpuk pastilah harus dikerjakan. Makin ditumpuk, makin susah pula memberesi semuanya. "Makin cepat, makin baik", mengutip salah satu calon presiden di tanah air.

Jadi? Tak perlu ditatap lama-lama bila masih berantakan. Tak akan menjadi rapi dengan sendirinya. Bereskan satu-per-satu dengan menyempatkan waktu setiap harinya. Ayo, bersih-bersih kubikel…

Menata Milis dan Email

Email merupakan salah satu perangkat komunikasi yang cukup penting sebagai penghantar pesan. Hanya saja, cepat atau lambat, kotak surat maya tersebut akan menggembung. Pesan yang penting tercampur dengan yang kurang begitu penting. Bahkan, cukup banyak juga spam yang tertampung di dalamnya.

Penyebab banjirnya inbox adalah pesan-pesan dari milis yang dilanggani. Meskipun sudah difilter sehingga langsung masuk kandar (folder) yang khusus dibuat untuk menampung surat-surat dari mailing-list, toh terkadang kurang efektif. Kondisi ini diperparah bila milis yang dilanggani jumlahnya lebih dari satu.

Ketimbang mengatur fitur filter dan kandar, akhirnya akun email baru pun dibuat. Khusus untuk melanggani milis-milis tersebut. Pesan milis tak terlewat tapi tak mengganggu pesan-pesan penting lainnya yang terkirim ke alamat email utama. Jelas, pembedaan seperti ini membuat pesan email lebih rapi, lebih mudah dikelola.

Toh, sudah banyak email client yang bisa mengelola lebih dari satu akun email. Begitu juga perangkat bergerak seperti Blackberry, iPhone dan gadget lainnya yang mampu menerima lebih dari satu akun email. Dengan begitu, berkomunikasi via email menjadi lebih praktis.