Tulis, Bicara dan Baca

3 Juli 2009

Sederhana, kutipan dari Lawrence Clark Powell. Write to be understood, speak to be heard, read to grow. Namun, sangat berarti bagi kehidupan manusia.

Bayangkan bila om Darwin tak pernah tuliskan teori evolusinya. Winston Churchill urung berorasi di Perang Dunia ke-2. Dan sekian banyak orang memilih untuk tidak membaca buku-buku yang membuka wawasan. Pasti akan banyak kemajuan dunia yang tak akan kita dapati.

Hanya saja tulis, bicara dan baca boleh jadi tak semudah yang orang pikirkan. Coba lihat bagaimana pendidikan di tanah air. Murid di bangku sekolah, bahkan di tingkat kuliah, tak dibiasakan untuk sungguh-sungguh menulis opini, mengungkapkan ide secara lisan dan membaca pengetahuan dan wawasan secara selektif. Tentu, ada sekolah-sekolah yang mulai merintis budaya tulis, bicara dan baca meski tak banyak jumlahnya.

Yang umum didapati adalah menonton. Saat di bangku sekolah, sibuk menonton televisi sepulang sekolah. Saat sudah besar, hanya manyun dan bengong menonton kemajuan yang diraih negara-negara tetangga. Bagaimana ini?

Terima kasih untuk para guru yang tak pernah lelah mengajari tulis, bicara dan baca. Sungguh pengajaran yang tak ternilai.

Satu Tanggapan ke “Tulis, Bicara dan Baca”

  1. Nanda Berkata

    ada iklan bagus yang bunyinya : “face a book”
    plesetan dari facebook.. :D


Tinggalkan Balasan