Animal Farm

11 Juli 2009

Judul tersebut merupakan judul salah satu novel favorit saya. Animal Farm dikarang oleh George Orwell. Bila ingin mengerti lebih lanjut, bisa lihat di berdurasi satu jam.

Kisah cerita ‘Peternakan Hewan’ ini bukan untuk konsumsi anak-anak. Jauh berbeda dengan kisah Kancil Mencuri Timun, Donald Bebek atau mengenai Tiga Babi dan Serigala. Bahkan, disarankan untuk membaca-baca terlebih dahulu tentang sejarah Soviet Union, Red Army dan Communism agar bisa sungguh-sungguh memahami alur ceritanya.

Banyak yang bisa dimaknai dari Animal Farm. Bagaimana para babi memelintir kata-kata, para anjing menjadi alat mengerikan untuk membunuh sesama binatang dan binatang-binatang tertindas korban manipulasi. Sebuah jaman kelam di mana suatu konsep yang ideal disalahgunakan. Implementasi pemikiran yang bertujuan mulia tapi diselewengkan untuk memenuhi ambisi dan kepentingan pribadi.

Tak lagi mudah mendapati negara-negara komunis di era sekarang karena mereka sudah berjatuhan satu demi satu. Tak lagi relevan dengan jaman, pun kalah telak dari arus kapitalisme yang lebih perkasa dengan bertopengkan hak asazi manusia dan demokrasi. Hanya saja, trik-trik para penguasa untuk memanipulasi warga negara masih saja sama. Kemasannya saja yang berbeda. Entah itu negara maju atau negara berkembang sekalipun. Tak benar-benar beda.

Eniwei, saya paling suka bagian para babi berorasi. Dengan keyakinan penuh bersuara dengan lantang, entah itu janji kosong atau retorika melompong. Yang disambut dengan gegap gempita para binatang. Terlintas tiba-tiba di benak dengan gambaran masa kampanye legislatif dan pilpres yang baru saja berlangsung di tanah air. Ada beberapa orang yang berkoar-koar di panggung dan selalu ditepuktangani para pendukungnya.

2 Tanggapan ke “Animal Farm”

  1. suryasenja Berkata

    Babi berorasi, flu babi, dan para politisi yang membabi buta mengejar kuasa … oh, ternyata banyak juga ya populasi babi di dunia ini.


Tinggalkan Balasan