Mungkin tak terlalu Anda perhatikan bahwa postingan demi postingan dalam blog ini relatif konsisten dalam penataan paragrafnya. Umumnya tak lebih dari lima paragraf dalam satu postingan.
Tentu ada satu dua yang lebih satu atau dua paragraf bila memang dirasa perlu. Tapi itu jarang. Mengapa? Alasannnya sepele. Tulisan yang tak lebih dari 5 paragraf lebih cepat dibaca dan dipahami. Sebaliknya, makin sedikit paragraf, tantangannya bertambah. Menyajikan pemikiran dalam ruang terbatas.
Bagaimana dengan Twitter? Ah, saya masih belum berasa nyaman untuk blogging dengan micro-blogging. Terlalu sempit dan kurang ruang untuk bermain kata dengan batasan 140 karakter.
Semoga saya masih setia dengan postingan tak lebih dari lima paragraf. Terlalu banyak, berbuih-buih tak mengena pada intinya. Terlalu sedikit, tak mampu menggambarkan konteksnya.
Ya, saya masih berusaha untuk menjaga tulisan agar tetap lima paragraf. Tak lebih, kurang bolehlah.
25 Juli 2009 pada 6:44 AM
Setuju bro, tapi kok saya malah lebih sering lebih dari 5 paragraf ya… kalopun 5 paragraf kadang satu paragraf panjang bgt… haha… mbladrah-mbladrah..