Merapikan Meja, Melegakan

4 November 2009

Sore ini memang melelahkan. Rapikan meja di kantor, juga meja di rumah. Sampah musnah, barang-barang tertata lebih sistematis. Isi meja menjadi minimalis. Hanya menyisakan barang yang paling diperlukan saja. Lainnya yang kurang penting, lenyap atau pindah ke tempat lain.

Lega. Itu yang terasa saat membersihkan meja. Tak terlihat tumpukan kertas yang membuat pekerjaan terasa menggunung dan tak selesai-selesai. Rapi juga jadi cerminan pikiran yaitu bahwa sang empunya meja mengurus hal yang tadinya berserakan.

Kabel-kabel yang tadinya terbelit-belit tak keruan menjadi ‘tak tampak lagi karena diatur sedemikian rupa’. Meski tak serta-merta jadi wireless. Pernik-pernik perkakas tulis dan kerja masuk ke lemari kecil. Kertas bekas langsung menuju tempat sampah agar tak mengotori pemandangan.

Mungkin ada yang beropini bahwa meja yang minimalis dan tak berantakan, bisa jadi, menyiratkan yang menduduki tempat itu tak banyak pekerjaan. Padahal fakta berbicara bahwa mereka yang mejanya berantakan mencerminkan ketakmampuan menuntaskan urusan.

Memang merapikan meja tak sepenting menata kehidupan secara keseluruhan. Tapi bersih-bersih bisa menjadi kegiatan yang mengurangi stres. Sempatkan waktu barang 15 hingga 30 menit. Dan meja menjadi lebih lapang, lebih nyaman untuk dipakai berkarya. Benar, kan?

2 Tanggapan ke “Merapikan Meja, Melegakan”

  1. lembayung Berkata

    susahhhhhhhhhhh tapinya :(


Tinggalkan Balasan