Minggu lalu ketika saya sedang jalan-jalan di Orchard, saya terpana melihat kerumunan wanita berjubel di dalam toko Charles & Keith. Belasan Kaum Hawa masuk dan keluar dari toko yang menjajakan sepatu dan tas tersebut. Ramai juga, ya? Girls Power? Mungkin lebih tepatnya, Girls Buying Power?
Sebabnya mereka benar-benar berbelanja. Tidak hanya melihat-lihat dan sekedar mencoba-coba deretan sepatu di sana. Hanya memang tidak jelas apakah para wanita mulai dari muda hingga tua tersebut membayar sepatu-sepatu tersebut dengan penghasilan mereka sendiri. Atau dibayari oleh pacar atau suami mereka?
Yang pasti, para wanita tersebut melakukan transaksi jual-beli. Ada uang yang berputar demi mematut diri. Kepantasan dan kecantikan yang disertai pengorbanan beberapa lembar uang. Ini hanya salah satu jenis toko. Bagaimana dengan toko atau pun usaha layanan yang lain? Sebut saja salon, spa, toko pakaian, toko perhiasan hingga restoran yang menyajikan pencuci mulut yang sangat menggoda para Kaum Hawa untuk mencicipnya.
Teringat saya dengan buku Marketing in Venus tulisan Hermawan Kertajaya. Bisnis yang diperuntukkan untuk Kaum Hawa memang laris manis. Terlebih dengan tambah banyaknya para wanita yang memiliki penghasilan sendiri. Bahkan, tak jarang yang memiliki uang lebih banyak dari lawan jenisnya.
Apakah Anda ingin membuka usaha? Mungkin lebih baik bila membuka usaha yang berkaitan dengan wanita. Semoga laris manis…
ada dua bisnis yg konon ga bakalan mati…yakni bisnis urusan perut manusia dan urusan bawah perut