Fungsi Kereta Api

Sebuah artikel dari Newsweek tentang pembangunan jalur kereta lintas benua di Negeri Tirai Bambu mengingatkan saya tentang betapa pentingnya jalur kereta bagi sebuah negara. Sebuah alat transportasi barang dan manusia yang efektif juga tangguh. Meskipun pesawat mampu melibas jarak dengan lebih cepat, toh, menyerah saat berhadapan dengan asap gunung di Islandia di penjuru Eropa.

Dr. Sun Yat-Sen, sebagai Bapak Negara China Modern, sudah sejak awal memprioritaskan pembangunan jalur kereta yang meliputi wilayah luas negaranya. Wajar karena kereta bisa menghubungkan Titik A ke Titik B dengan lebih cepat dibanding mobil dan bis. Bayangkan juga berapa banyak pembangunan yang terjadi di setiap titik stasiunnya. Semacam pemerataan pembangunan.

Negara-negara Eropa bahkan sudah lebih berpengalaman dengan teknologi kereta api. Sebut saja Inggris dengan kereta bawah tanahnya, Jerman dan Perancis dengan kereta cepatnya dan Rusia dengan kereta trans-siberia-nya. Perpindahan manusia dan barang menjadi lebih efektif, ongkos bisa ditekan dan sangat stabil. Bahkan, kini lebih diminati karena ramah lingkungan. Maklum, tingkat emisinya jauh lebih sedikit dibanding transportasi udara.

Negara Matahari Terbit juga merasakan dampak kemajuan saat menghubungkan pulau-pulau utamanya dengan jalur kereta yang melewati banyak jembatan. Bukan dengan kapal ferry, bukan juga dengan pesawat. Bahkan, kereta yang dipakai pun kecepatannya mengagumkan.

Dulu, dulu sekali, Kononial Belanda juga sudah membangun jalur kereta di Pulau Jawa. Tujuannya sederhana. Membuat distribusi barang bumi bisa dipindahkan ke pelabuhan dengan lebih efektif. Yang kemudian diangkut ke Belanda. Sayangnya, jalur kereta yang ada tak dirawat, justru banyak yang dilupakan. Padahal jalur-jalur ini bisa dimanfaatkan untuk distribusi pembangunan yang lebih merata. Sayang sekali…

About these ads

8 pemikiran pada “Fungsi Kereta Api

    • benar, bung almascatie. persepsi tak bergengsi itu masih melekat. padahal kualitas kereta api di tanah air sekarang lebih bagus daripada jaman dulu.

      baik-baik saja. apa kabar juga, bung?

    • Kontribusi swasta sebenarnya bisa membantu percepatan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kereta api di tanah air. Asal proses tendernya sesuai prosedur, jelas pelaksanaan proyeknya, dan bisa saling melengkapi; kereta api di tanah air jelas maju nantinya. Menengok perkereta-apian di Jepang, justru di sana, banyak terdapat operator kereta api swasta yang sudah dibagi-bagi wilayah operasinya. Dengan begitu tak tumpang tindih dan tetap bisa bersaing secara sehat. Tentunya ada monitoring dari lembaga kereta api dari pemerintah. Jika hanya mengandalkan BUMN rasanya kok berat dan terlalu lama. Swasta harus membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s