Paparazzi

Apa yang terbayang ketika kata paparazzi muncul? Mungkin beberapa pekerja media massa yang dengan semangat berlebih berlarian mengejar narasumber, membombardirnya dengan lusinan pertanyaan setajam pisau, menyorotnya dengan kamera video sembari menyodorkan mikrofon perekam suara. Seperti kawanan nyamuk yang menyerbu makanan. Atau sebaliknya, seseorang yang tampak seperti sniper hanya saja diganti kamera lensa jarak jauh yang sanggup ‘skandal’ dari jarak jauh.

Yang jelas, paparazzi jelas tak menghargai privasi dari narasumber yang menjadi subjeknya. Apapun dihalalkan demi mendapatkan pemberitaan yang menghebohkan, skandal memalukan yang bisa dipajang di headline. Sopan santun dan menghargai subjek narasumber tak lagi digubris. Paling penting adalah mendapat berita. Terlepas apakah ‘berita panas’ tersebut bisa menghancurkan kehidupan seseorang dan meresahkan masyarakat, itu lain soal.

Dulunya saya berpikir bahwa paparazzi hanya ada di Negeri Paman Sam yang dipenuhi bintang glamor semacam Britney Spears, Brad Pitt atau pun Madonna. Ternyata paparazzi ini juga ada di tanah air. Cukup melihat acara infotainment maka Anda bisa mendapati gambaran betapa kesalnya para selebritas yang selalu dikuntit dan diuber-uber para nyamuk media yang sungguh tak santun. Mengapa bisa sampai seperti ini? Mengapa pemerintah tak membuat batasan yang jelas seperti beberapa negara Eropa yang memiliki aturan jelas agar selebritas tak diganggu privasinya. Toh, selebritas juga manusia yang juga perlu kebebasan hidup tanpa gangguan.

Coba lihat apa yang tampak di layar televisi, radio dan media cetak sekarang ini? Sorotan berlebih kepada selebritas. Bukan, bukan hanya liputan tak santun yang berkepanjangan pada kasus video mirip artis. Tapi juga berbagai kasus dan skandal yang lain. Jenuh, bukan? Mengapa tak menyoroti bencana Lapindo, kelaparan di pelosok tanah air atau korupsi besar-besaran?

Postingan ini tercetus karena jenuh dengan pemberitaan selebritas yang overdosis sembari mendengarkan lagu berjudul Paparazzi yang dinyanyikan oleh Lady Gaga.

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

kicauan

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya.

Blog Stats Munggur

  • 509,247 kunjungan

kategori postingan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.