Tidak Fokus

Sekira beberapa minggu sudah berlalu sejak saya menuliskan sesuatu di blog ini. Tak ada postingan baru. Tentu saya lalu memunculkan beberapa alasan klise. Tak punya cukup waktu. Sibuk. Tak ada ide. Malas menulis. Sakit flu dan kecapaian. Macam-macam.

Tak sengaja membaca sebuah ebook berjudul Focus Manifesto. Judul dan idenya menarik. focus: a simplicity manifesto in the age of distraction. Isinya ternyata jauh lebih menarik. Disajikan ringkas sehingga pembaca cepat mengerti dengan apa yang disampaikannya. Gratis pula untuk dinikmati secara online maupun dengan mengunduh file .pdf-nya.

Ternyata saya tidak fokus dalam menjalani kehidupan beberapa waktu ini. Terlalu banyak yang ada di kepala, terlalu sedikit waktu dan tenaga. Juga karena banyak distraksi yang seharusnya saya hindari atau hilangkan. Semisal, kecanduan ringan membaca berita dari iPhone saya. Cukup mengganggu ritme tidur dan tak bisa fokus di waktu bangun.

Buku tersebut memberikan pencerahan. Fokus. Fokus pada apa yang kita suka dan ingin lakukan. Fokus menjalani hidup ini setapak demi setapak. Dengan fokus, hidup menjadi kurang ruwet. Bahkan bisa teratur.

Fokus. Mari belajar bersama untuk fokus dalam menapaki ruang hidup dan detak waktu.

Nasib Kereta Api di Tanah Air

Ada banyak kenangan manis yang saya dapatkan dari kereta api di tanah air. Bagaimanapun kondisinya, tetap saja saya suka naik kereta api. Sayangnya, hingga saya sudah tak lagi muda dan beberapa dekade terlewati, perkeretaapian di tanah air tetap saja jalan di tempat.

Kagum. Itulah yang saya dapatkan ketika mengunjungi kota-kota besar di beberapa negara. Dari yang berupa trem, kereta bawah tanah hingga yang kereta peluru. Terawat dengan baik bahkan pelayanannya selalu ditingkatkan.

Beda jauh dengan berita kecelakaan kereta api yang baru saja terjadi. Padahal sistem kereta api di tanah air tak begitu kompleks. Terdiri dari tautan jalur kereta di Pulau Jawa dari Barat hingga Timur, ditambah jalur kereta di Pulau Sumatera yang dibangun seadanya. Banyak rel, stasiun dan kereta yang tak berfungsi semestinya. Keterampilan masinis dan kru kereta api pun juga tak berkembang.

Padahal kereta api sangat besar fungsinya untuk kemajuan bangsa. Lihat negara-negara lain yang berlomba-lomba memperluas dan memperbaiki sistem distribusi barang dan transportasi manusia berdasar sistem kereta api. Jepang, Inggris dan China. Sistem kereta apinya cukup kompleks namun cukup terawat.

Ada potensi yang besar yang dapat diambil dari pengembangan sistem kereta api. Sayang, kereta api masih terbengkalai. Tak terurus.