Ada banyak kenangan manis yang saya dapatkan dari kereta api di tanah air. Bagaimanapun kondisinya, tetap saja saya suka naik kereta api. Sayangnya, hingga saya sudah tak lagi muda dan beberapa dekade terlewati, perkeretaapian di tanah air tetap saja jalan di tempat.
Kagum. Itulah yang saya dapatkan ketika mengunjungi kota-kota besar di beberapa negara. Dari yang berupa trem, kereta bawah tanah hingga yang kereta peluru. Terawat dengan baik bahkan pelayanannya selalu ditingkatkan.
Beda jauh dengan berita kecelakaan kereta api yang baru saja terjadi. Padahal sistem kereta api di tanah air tak begitu kompleks. Terdiri dari tautan jalur kereta di Pulau Jawa dari Barat hingga Timur, ditambah jalur kereta di Pulau Sumatera yang dibangun seadanya. Banyak rel, stasiun dan kereta yang tak berfungsi semestinya. Keterampilan masinis dan kru kereta api pun juga tak berkembang.
Padahal kereta api sangat besar fungsinya untuk kemajuan bangsa. Lihat negara-negara lain yang berlomba-lomba memperluas dan memperbaiki sistem distribusi barang dan transportasi manusia berdasar sistem kereta api. Jepang, Inggris dan China. Sistem kereta apinya cukup kompleks namun cukup terawat.
Ada potensi yang besar yang dapat diambil dari pengembangan sistem kereta api. Sayang, kereta api masih terbengkalai. Tak terurus.