Sepertinya judul postingan kali ini mengada-ada. Apa pentingnya berkomunikasi secara personal? Toh, kita semua melakukannya. Benarkah?
Kita masih saling berbicara satu dengan yang lainnya. Tetap berkomunikasi secara personal. Hanya saja intensitas dan frekwensinya makin menurun. Tak percaya? Amati saja sekitar kita, sepertinya lebih banyak orang yang merasa nyaman berkomunikasi menggunakan peralatan elektronik ketimbang tatap muka secara langsung.
Ada yang memakai SMS, surat elektronik, pesan Facebook, Twitter dan perangkat percakapan tak langsung lainnya. Alasannya, manusia semakin sibuk. Tak ada cukup waktu untuk berbincang secara langsung yang mungkin tak lagi praktis. Juga boros waktu dan biaya. Padahal ada bukti bahwa kemampuan manusia berhadapan secara personal makin menurun. Tak mudah memang melihat ekspresi menolak bila lawan bicara sedang tak in the mood. Berbicara secara verbal juga melelahkan karena harus konsentrasi secara intens sementara otak manusia sekarang banyak yang mudah terdistraksi.
Penyebab lain mengapa komunikasi menggunakan alat komunikasi lebih dipilih karena percakapan bisa netral, lebih mudah diatur. Bila senang bisa terus, sebaliknya jika bosan ya tinggal berpindah kanal percakapan yang lain. Begitu tergantungnya beberapa orang hingga berbicara secara personal tak lagi mudah. Malah menakutkan.
Bagaimana dengan Anda, apakah Anda sudah mulai sulit berbincang dengan insan lain secara personal? Ada baiknya membaca dua artikel berikut ini. Be Courageous. Communicate personally, not technologically dan Youth ‘cannot live’ without web.