Meremehkan Diri Sendiri

Benar adanya pepatah tua yang membilang, "bila Anda menganggap diri Anda remeh boleh jadi Anda akan lebih sering diremehkan orang lain". Saya setuju. Dulu memang saya termasuk insan manusia yang memiliki rasa pesimis yang tinggi. Banyak maunya tapi merasa tak mampu melakukannya. Ada 1001 alasan yang bisa saya buat untuk menghibur ketidakmampuan saya. Ditambah rasa malas yang mendarah daging. Lengkap sudah. Mafhum bila saya akhirnya dianggap remeh orang lain. Entah karena saya memang waktu itu sering sakit-sakitan atau kasihan semata.

Untung saya suka membaca buku, majalah atau apapun yang tertulis. Ada yang tak berarti, namun ada yang minimal memberi secuil pencerahan. Meski tetap pesimis toh tetap saja saya mau melakukan lebih banyak hal. Mungkin karena cukup cuek dengan orang lain yang meremehkan jadi tak direpotkan dengan sejenis balas dendam untuk membuktikan bahwa saya pasti bisa. Asal saya senang melakukannya, pasti saya lakukan. Kalau akhirnya tak bisa ya sudah. Yang penting sudah mencoba.

Menengok ke belakang ternyata ada banyak hal yang bisa membuat saya senang. Pasalnya meskipun rasa optimis masih lebih kecil daripada rasa pesimis, ternyata saya sudah mencapai pencapaian pribadi. Dan sekali lagi, tak perlu dibandingkan dengan pencapaian orang lain, toh, jalan hidup masing-masing individu jelas tak sama.

Saya senang pernah bekerja menjadi guru bahasa meski waktu kecil susah berbicara sekaligus tak banyak bicara dan malu berhadapan dengan banyak orang. Pernah menulis beberapa buku dan mengisi kolom di media cetak padahal tak ada bakat. Bekerja di negeri seberang walapun dulu banyak yang tak yakin saya bisa jauh dari rumah. Bahkan ada yang masih saja terheran-heran setengah tak percaya kala saya melancong sampai Negeri Atap Dunia, Negeri Paman Sam dan Negeri Matahari Terbit.

Saya dulu memang pantas diremehkan karena sering meremehkan diri sendiri. Tapi sepertinya perjalanan hidup mengubah jalan pikiran saya. Semoga dengan menengok ke belakang dengan apa yang sudah pernah saya lakukan, tak seyogyanya saya meremehkan diri sendiri. Harusnya bangga. Juga bahagia dengan semua hal di masa lalu.

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

Ditulis dalam artikel

Permalink 1 Komentar

One response to “Meremehkan Diri Sendiri

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya.

Blog Stats Munggur

  • 509,034 kunjungan

kategori postingan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.