Sungguh malu saya. Ternyata kemampuan saya dalam berbahasa Inggris tak pernah membaik. Struktur bahasa yang tak teratur. Kosakata yang rasanya tak pernah bertambah. Baik lisan maupun tulisan, secara umum kemampuan saya memakai bahasa yang digunakan sebagai lingua franca di dunia ini betul-betul tak memuaskan.
Terlintas untuk membikin blog yang memakai bahasa Inggris. Mengapa? Saya percaya bahwa menulis, disamping praktek berbicara secara lisan, dapat meningkatkan kemampuan berbahasa secara signifikan.
Hmm. Itu berarti membuat blog baru. Semacam sister blog dengan blog ini. Toh, membuat blog baru memang mudah. Yang menantang adalah merawatnya. Mengisinya dengan berbagai tulisan dengan konsisten.
Mengapa tak digabung saja postingan berbahasa Inggris dengan artikel dalam bahasa Indonesia? Inginnya seperti itu. Praktis. Hanya saja hal tersebut bias karena sajian isi blog menjadi tak konsisten. Kadang Inggris, kadang Indonesia. Tentu membingungkan.
Lalu? Saya bertekad untuk membuatnya menjadi blog yang berlainan. Tunggu tanggal mainnya.
Kita orang juga bingung untuk hal yang satu ini. Pingin coba-coba tapi kurang pede, jadi minggir. Ngerti orang bilang kesalahan guru terbaik atau semakin diasah semakin tajam. Tapi tetap saja orang Melayu, malu mlaku jadi layu…