Kerangka Pikiran

Menulis itu membutuhkan kerangka pikiran yang jelas. Bila menulis saja tak jelas berarti cara berpikir tak efisien dan acak-acakan.

Berlatih menulis secara sistematis berarti melatih pikiran berpikir dengan jernih dan jelas. Runtut. Bila pikiran sedang kacau tentu menulis pun bakal tak karuan bentuknya.

Tak mengapa bila tulisan hasilnya seperti kapal pecah. Yang penting tertuang dan bisa disunting dan dipoles kemudian.

Namun bila sudah terbiasa berpikir dengan kerangka pikiran yang jelas. Jelas-jelas ini akan memangkas waktu yang diperlukan untuk menghasilkan suatu karya. Tak perlu banyak habiskan waktu untuk mengedit.

Bijak Memilih Pesawat Dalam Traveling

Mengenaskan. Itu yang terlintas kala mendengar berita penundaan pesawat Lion Air yang baru saja terjadi. Tanpa ada alasan yang jelas beserta konfirmasi dari penyedia layanan udara tersebut, penumpang terlantar, menjadi marah dan berujung aksi anarki.

Yang jelas jadwal perjalanan terganggu. Bisa jadi di antara penumpang tersebut ada yang hendak melancong. Terbayang indahnya tempat tujuan. Lalu tiba-tiba memudar karena waktu perjalanan terdiskon dengan jadwal terbang yang kacau. Terlebih lagi kalau gagal terbang sama sekali.

Penerbangan mewah atau berbiaya murah tak menjamin pesawat terbang tepat sesuai jadwal. Namun kredibilitas maskapi yang menjadi garansi lancarnya penerbangan. Sejauh ini, saya pikir AirAsia, ANA dan SIA mampu terbang tanpa penundaan. Sedangkan Garuda memang tak jauh dari istilah ‘telat’.

Keramahan kru kabin juga membuat perjalanan menjadi nyaman atau sebaliknya seperti di neraka. Untuk urusan pramugari, United Airlines paling tidak ramah dan diskriminatif. Sedangkan ANA paling sopan dan tulus. AirAsia juga termasuk ramah.

Fasilitas pesawat bagi saya tak begitu penting. Antar maskapai kualitasnya tak jauh berbeda. Tentu kita berbicara kelas ekonomi, bukan kelas bisnis yang tak pernah saya rasakan. Kecuali bila Anda menempuh penerbangan long-haul, saya sarankan untuk memilih maskapai dengan pesawat berbadan lebar dan baru. Qatar Airlines merupakan favorit saya untuk saat ini.

Selamat memesan tiket pesawat Anda dengan seksama dan selamat menikmati penerbangan Anda!

Semangat dan Alat

Pernah ada jaman ketika alat berkarya untuk tuangkan ide susah didapatkan. Namun tetap saja berkarya. Pokoknya maju terus. Yang penting bukan alat produksinya tetapi semangat untuk menghasilkan suatu karya.

Sekarang berjibun alat bantu untuk menulis. Hanya saja semangat memudar. Syahwat menulis juga kendor.

Bukan, bukan alatnya yang penting. Nomor satu adalah semangatnya…

Tumpul dan Buntu

Siang tadi rupanya saya menemukan diri saya tercenung sewaktu hendak menulis artikel pendek. Buntu. Jalan pikiran tak menemukan alurnya. Tumpul. Otak pun ikut membeku.

Untung saya sudah membilang sanggup membuat artikel pendek tersebut. Jadilah garis mati menjadi pendorong untuk terus menulis.

Memang selesai dan terkirim sudah. Hanya saja ada perasaan tak nyaman kala menyadari bahwa jemari tak lincah menuangkan ide membentuk kata dan kalimat. Terpaku tak berdaya.

Kata orang itu namanya writer’s block. Rupanya tak sering menulis di blog ini menjadikan saya tak lancar berkata-kata.

Pernahkah Anda mengalami hal yang sama?