Tak mudik. Hanya liburan jauh dari kampung halaman. Justru saya senang karena tak perlu mengalami penderitaan menempuh perjalanan berdesak-desakan dengan banyak orang. Toh, liburan saya hanya satu hari. Lagipula, mudik bisa kapan saja.
Namun begitu saya kangen dengan suasana menyambut Lebaran. Lebaran cukup berarti bagi saya bukan karena alasan agama namun justru karena sosio-kultural. Yaitu acara bertemu dengan sanak saudara, berkumpul dan saling menyapa. Tentu juga karena makanan sajian yang lezat seperti opor ayam, ketupat dan kudapan Lebaran.
Saya juga rindu mendengar aktivitas malam seperti Takbiran. Meski tak mengerti artinya apa tapi ada rasa guyub di situ. Bersua dengan keramaian yang khas dan hadir sehari sebelum 1 Syawal tiba.
Untuk Anda yang merayakan Lebaran, saya ucapkan “Selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah”. Selamat menikmati indahnya berkumpul dengan keluarga dan sahabat.
Mohon maaf lahir dan batin..