Menulis resume dan cover letter merupakan seni tersendiri. Semua orang mampu membuatnya namun tak banyak yang sanggup membuat resume dan cover letter yang mumpuni, jelas dan tentunya manjur. Bahkan banyak pelamar yang tak serius menyusun kata untuk tunjukkan kemampuan diri mereka. Terutama para generasi muda.
Pernah saya kaget saat menerima surat lamaran kerja beberapa tempo yang lalu. Banyak para pelamar yang tak mengerti bahasa yang santun saat mengirimkan surat aplikasi. Tak mengapa bila mereka memang bukan sarjana, toh, wajar bila tak tahu. Sayangnya, para pengirim tersebut merupakan orang yang mengenyam pendidikan tinggi. Ada yang sarjana. Ada juga yang bahkan berpendidikan master. Sungguh memalukan.
Entah sekedar salin dan tempel, terlalu banyak salah eja hingga pemakaian bahasa dalam surat elektronik yang kesannya seperti mengirim pesan kepada teman, bukannya kepada perusahaan yang tentu bahasanya formal.
Mereka yang sukses dalam menapaki jenjang karir bukan orang hebat yang mengerti cara membuat curriculum vitae yang dahsyat. Justru mereka adalah orang yang selalu memperbaiki cara penulisan resume mereka. Tentu seiring dengan keterampilan dan prestasi yang mereka punyai.
Membuat surat lamaran memerlukan pembelajaran. Ambillah waktu untuk berlatih membuat surat lamaran yang lebih baik setiap saat. Gunakan bahasa yang baku dan sopan. Dengan begitu, kesempatan lebih baik bisa diraih.