Titik Galau Menjelang Tambah Umur

Ya, begitulah kebiasaan saya. Menjelang hari di mana saya bertambah umur (atau tepatnya jatah waktu hidup mulai berkurang) malah berasa tak bertenaga. Rasanya galau. Mau melakukan apa di tahun berikutnya…

Padahal harusnya menjadi gembira karena sudah lebih berpengalaman, bisa berpikir lebih baik dan juga memiliki beberapa impian yang tiba-tiba muncul di pikiran. Mungkin khawatir karena beberapa hal yang mengganjal. Seperti timbunan lemak yang mengganjal lingkar perut saya.

Ah, boleh jadi karena merasa kurang memenuhi tenggat milestones yang saya rencanakan. Entah tertunda atau hilang sama sekali. Hanya saja sebuah tulisan di bantal membuat saya agak lega. "Life is not a matter of Milestones but of Moments". Betul juga. Harusnya lebih utamakan menikmati setiap momen dalam hidup ketimbang kumpulkan pencapaian-pencapaian yang dikomparasikan dengan apa yang diraih oleh orang lain.

Bila menekankan kata ‘momen’, saya sungguh bersyukur bahwa tahun ini dan beberapa tahun belakangan sudah merasakan berbagai petualangan yang menggairahkan. Begitu juga perjalanan hidup yang meski naik turun tapi lumayan lancar. Bahkan meski ada beberapa guncangan dan halangan, toh, masih diberi kesempatan hidup yang cukup bermakna oleh Sang Pencipta Dunia.

Tak seharusnya menggalau. Malah seyogyanya berharap memiliki jalan hidup yang lebih baik di hari dan waktu berikutnya. Tambah umur harusnya lebih mantab melangkah. Jadi baiklah, besok harus ceria untuk menyambut Angka 34.

About these ads

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: