Perkataan, Pikiran dan Gairah
Pernah dengar pepatah “mulutmu, harimaumu”, kan? Salah omong, lepas kata atau membuka mulut terlalu lebar untuk melemparkan segala cari-maki bisa berakibat fatal. Perkataan yang lepas kontrol boleh jadi timbulkan masalah.
Namun ada yang lain dan efeknya lebih besar. Bila pikiran tak ditata dengan baik, boleh jadi akan memberontak batas kewajaran. Tak peduli pintar atau tidak. Otak yang berontak jelas bakal mengacaukan semua kinerja badan. Entah orang bisa menjadi putus asa. Ada yang kejam dan sadis. Menjadi tak peduli. Serakah dan manipulatif. Tindakan menjadi tak masuk akal karena hilang akal.
Sayangnya ada yang lebih mengerikan. Saat gairah (baca: syahwat) tak bisa lagi dikekang. Seorang insan manusia bisa menjadi binatang buas. Monster untuk orang lain. Memperkosa, berlaku amoral atau malahan yang penting salurkan kehendak seksual kepada siapa pun yang ada
disekitarnya.
Mulut. Otak. Kelamin. Beda tempat namun pengaruhnya sangat tak baik bila lepas kontrol. Padahal jika dikelola dengan baik tentu menjadi alat insan manusia untuk hidup lebih beradab, indah dan baik.