Bicara itu Tak Mudah

Ketika saya kecil saya memiliki suatu kelemahan. Susah ngomong. Entah karena saking malunya atau memang tak punya omongan, semua orang selalu memaksa saya untuk bicara. Dan bila sudah membuka mulut, paling hanya kalimat yang teramat pendek. Bicara itu sangat susah saat itu.

Hanya saja karena merasa bahwa kelemahan saya di situ, saya memberanikan diri untuk menjadi guru. Bukan hanya guru biasa. Tapi guru yang mengajar orang untuk berbicara. Menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain. Jadi ya mau tak mau saya harus berbicara. Membuat orang lain berbicara yang pada akhirnya saya jadi lebih banyak bicara.

Waktu berjalan. Lucunya saya masih sering menemui kendala berbicara. Rasanya berkata-kata menjadi sesuatu yang sangat rumit. Padahal dengan berbicara, saya sadar bahwa banyak masalah bisa teratasi. Kesempatan dan rejeki pun bisa datang lebih sering bila pintar berbicara.

Bicara itu tak mudah. Hanya saja, bila tak berbicara malahan akan membuat hidup menjadi susah. Bicara memudahkan kita menjalankan hidup.

Aneh, ya. Masak berbicara saja bisa menjadi hal yang tak mudah dilakukan. Hmm…

About these ads

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: