Menyimpan Buku itu Merepotkan

Dulu sekali saya pernah memiliki impian untuk memunyai perpustakaan pribadi. Pasti asyik karena bisa membaca buku-buku yang menarik kapan pun saya mau.

Jaman berubah. Buku elektronik sudah beredar di mana-mana dengan harga yang lebih terjangkau, cepat diakses melalui perangkat bergerak dan bisa dibawa kemana-mana dengan lebih mudah.

Lagipula saya merasakan bahwa menyimpan buku itu merepotkan. Padahal saya selama ini hanya memiliki buku yang jumlahnya kurang dari 20 biji. Tetap saja merepotkan.

Jadi sekarang saya tak lagi memiliki impian untuk mengoleksi buku-buku secara fisik. Pasti repot. Ditambah dengan nafsu membaca buku yang makin berkurang.

Oleh karena itu saya melihat ke tumpukan-tumpukan buku yang ‘merepotkan’ itu. Sebagian ingin saya berikan kepada orang lain atau mendonasikannya ke perpustakaan sekolah saya yang dulu. Dengan begitu, saya meningkatkan guna buku tersebut sekaligus mengurangi beban dalam menyimpan buku.

About these ads

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: